Kamis, 24 April 2014
UEFA Harus Bantu Sepak Bola Italia
Penulis: Lariza Oky Adisty | Senin, 09 September 2013 | 19:03 WIB
Dibaca:
|
Share:
AFP PHOTO / GABRIEL BOUYS
Direktur Teknik Juventus, Beppe Marotta.
TURIN, KOMPAS.com - Direktur umum Juventus Giuseppe Marotta meminta asosiasi sepak bola Eropa UEFA turun tangan membantu kondisi keuangan sepak bola Italia. Menurut Marotta, perbedaan aturan pajak di Eropa merupakan salah satu alasan klub Serie-A tak lagi mampu membayar pemain dengan harga setinggi klub-klub liga lain.

"Perbedaan pajak di negara lain merugikan sepak bola Italia. Harus ada harmonisasi kalau tidak, akan terjadi perbedaan. Karenanya saya harap UEFA bisa turun tangan," kata Marotta.

Marotta juga menekankan pentingnya klub-klub Italia memulai proses perubahan bertahap, serta peningkatan fasilitas.

"Penting bagi sepak bola Italia untuk menjalani perubahan. Perubahan bisa dimulai dari fasilitas stadion. Kami juga butuh peraturan baru soal itu. Salah satu alasan kami tertinggal dari negara lain adalah perbedaan pendapatan dari stadion," pungkasnya.

Sebagai gambaran, menurut data dari situs european-football-statistics.co.uk, Serie-A memang agak tertinggal dari Bundesliga Jerman, Premier League Inggris dan La Liga Spanyol dalam hal penonton di stadion.

Berdasarkan informasi situs tersebut, rata-rata penonton stadion Serie-A musim 2012/13 mencapai 23.234. Klub yang memiliki rataan kehadiran tertinggi di Serie-A adalah Inter Milan (46.551). Sementara Premier League memiliki rata-rata penonton 35.921, La Liga 28.237, dan Bundesliga 42.624.



Sumber :
Editor : Aloysius Gonsaga AE