Selasa, 21 Oktober 2014

Bola / Internasional

"Vuvuzela Brasil" Dilarang di Piala Konfederasi

Selasa, 28 Mei 2013 | 17:38 WIB

RIO DE JANEIRO, Kompas.com - Perkusi khas Brasil yang sejenis dengan terompet Afrika Selatan vuvuzela, Caxirola, dilarang dimainkan pada turnamen Piala Konfederasi bulan depan. Larangan ini demi alasan keamanan, demikian pernyataan panitia pertandingan, Senin (27/5/2013).

"Fans tidak akan diizinkan memainkan alat musik di dalam stadion, termasuk caxirola," ujar Medeiros Hilario, ofisial Panitia Penyelenggara Piala Konfederasi yang bertanggung jawab atas masalah keamanan.

"Kami akan menerapkannya dalam pertandingan persahabatan, kemudian selama Piala Konfederasi," tambahnya, mengomentari Piala Konfederasi yang akan dilangsungkan di Brasil mulai 15-30 Juni.  

Larangan penggunaan alat musik itu mulai berlaku sejak Minggu, ketika Brasil dan Inggris menggelar pertandingan persahabatan di lapangan ikon Rio, Stadion Maracana.

Keputusan pelarangan itu menyusul insiden pada 28 April, ketika penonton yang berang melemparkan lusinan caxirolas ke tengah lapangan saat berlangsung pertandingan antara Bahia dan Vitoria.

Caxirola, menjadi instrumen resmi pada Piala Dunia 2014 di mana Brasil sebagai tuan rumah, diresmikan Presiden Dilma Rousseff bulan lalu. Alat itu terbuat dari plastik, yang dirancang oleh bintang musik Brasil dan penulis lirik Carlinhos Brown. Dikatakan, Caxirola bisa menghasilkan suara harmonis bila diguncang-guncang.

Vuvuzela, terompet plastik berasal dari instrumen tradisional di Afrika Selatan, mengeluarkan suara khusus dan menjadi simbol dalam sepak bola Afrika Selatan setelah fans menganggapnya sebagai aksesori penting dalam pertandingan. Alat itu menjadi dikenal secara luas pada penyelenggaraan Piala Konfederasi 2009 dan menjadi lebih luas dikenal pada Piala Dunia tahun berikutnya.

Badan sepak bola dunia FIFA tergerak untuk melarang vuvuzela dari semua lapangan pertandingan, setelah adanya laporan suara alat itu mengurangi fungsi pendengaran dari jarak dekat, tetapi tetap saja jadi alat idola dan menjadi latar suara di Piala Dunia terakhir.

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Aloysius Gonsaga
Sumber: