Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

KPSI Ambil Alih Wewenang PSSI

Kompas.com - 29/12/2011, 00:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) secara terbuka mengambil alih kewenangan pengurus PSSI. Dalam konferensi pers di Hotel Sultan, Rabu (28/12/2011), salah satu anggota KPSI, Roberto Rouw, menyatakan, langkah ini diambil sesuai dengan keinginan dari dua per tiga anggota PSSI.

"Mulai saat ini, KPSI sudah berjalan sesuai dengan amanat dua per tiga anggota. Kami harus menjalankan tugas ini berdasarkan peraturan organisasi," ujar Roberto.

Sementara itu, Ketua KPSI Tony Apriliani menyatakan, seperti yang sudah diamanatkan pada Rapat Akbar Sepak Bola Nasional, 18 Desember lalu, PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husin dinyatakan sudah tak kredibel karena sudah tidak dipercaya oleh lebih dari 452 anggotanya.

"Tanggal 23 Desember kami sudah menyerahkan surat mosi tidak percaya kepada PSSI dan diterima oleh Sekretaris Jenderal Tri Goestoro, dan langsung diberikan kepada Ketum. Kami meminta respons dari mereka, tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan dari PSSI," ujar Tony.

"Saya coba hubungi Sekjen, Direktur Organisasi, dan Ketum, tetapi semua handphone mereka mati. Padahal, ini sudah lewat dari tenggat waktu yang kami tentukan, tetapi mereka tidak juga memberikan respons," lanjutnya.

Tony menjelaskan, pihaknya sudah membagi tugas kepada seluruh anggotanya. Mereka juga akan menjalankan program sesuai dengan peraturan organisasi. Yang terpenting adalah KPSI siap memproteksi anggota PSSI yang punya hak, termasuk beberapa klub yang kini berlaga di Indonesian Premier League (IPL).

"Seluruhnya akan kita proteksi. Namun, tentu akan disesuaikan dengan peraturan yang ada," tandas Tony.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Terkini Lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com