Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tim Indonesia Juara Musim Kedua Liga Sepak Bola Virtual Dunia 1FF

Kompas.com - 03/03/2024, 10:30 WIB
Firzie A. Idris

Penulis

KOMPAS.com - Klub asal Tanah Air, Inter Nusantara FC, menjadi juara musim kedua liga sepak bola virtual dunia One Future Football (1ff).

Inter Nusantara FC menang 2-1 melawan tim asal Amerika Serikat, Manhattan FC, pada laga yang digelar Sabtu (2/3/2024) pukul 16.00 WIB.

Nusantara FC menang dalam sebuah laga yang berlanjut ke perpanjangan waktu.

Penyerang Bas Holsink membuka skor bagi Nusantara setelah mengecoh bek lawan Avram Matz dan melepas tembakan jarak jauh pada menit ke-24.

Namun, kubu New York tersebut bermain tenang dan berhasil menyamakan kedudukan lewat Dale Ramos pada menit ke-71.

Baca juga: Klub Indonesia Menang di Laga Perdana Liga Virtual Dunia

Pertandingan kemudian berlanjut ke babak perpanjangan waktu dan Nusantara FC berhasil mengambil kejayaan lewat penalti Holsink setelah Olle Mustafa dilanggar di kotak terlarang.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by One Future Football (@1ffofficial)

Ini merupakan gelar pertama Inter Nusantara di musim kedua 1FF.

Juara 1FF musim pertama adalah Paris Saint-Denis (klub dari Prancis yang team owner-nya adalah legenda Manchester United, Patrice Evra).

Inter Nusantara FC adalah salah satu dari 12 klub pendiri liga virtual pertama di dunia ini.

One Future Football sendiri merupakan liga virtual yang setiap musimnya berlangsung selama tiga bulan.

Setiap pertandingan kini berlangsung selama kurang lebih tiga menit dan bisa dilihat secara gratis di semua media sosial.

Liga virtual di dunia ini ditenagai oleh dua mesin Kecerdasan Buatan (AI). Satu mesin untuk laga dan satu lagi untuk berbagai aspek di luar lapangan permainan.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by One Future Football (@1ffofficial)

AI laga menentukan ribuan hal yang terjadi sepanjang laga, mulai dari setnuhan, operan, tembakan, foul, dan sebagainya.

Sementara, AI di luar lapangan permainan merupakan suatu "mesin narasi" yang menentukan situasi-situasi bagi para pemain di luar laga.

Hal ini bisa dari hal positif seperti sang pemain mengunjungi yayasan amal atau berbau kontroversi seperti rekan setim bertengkar di latihan.

"Tim 1FF telah bekerja keras untuk membangun liga yang akan menarik perhatian suporter dari seluruh dunia di mana pun mereka," ujar CEO dan Co Founder One Future Football, Pete Davis, di rilis resmi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Bali United Fokus Laga Terdekat, Tak Ingin Remehkan Keadaan Lawan

Bali United Fokus Laga Terdekat, Tak Ingin Remehkan Keadaan Lawan

Liga Indonesia
Zlatan Ibrahimovic dan Pendekatan 'Model Ajax' di AC Milan

Zlatan Ibrahimovic dan Pendekatan "Model Ajax" di AC Milan

Liga Italia
Timnas U23 Australia Bidik Juara Piala Asia U23 dan Tiket Olimpiade

Timnas U23 Australia Bidik Juara Piala Asia U23 dan Tiket Olimpiade

Internasional
Persib Mulai Panaskan Mesin Jelang Lawan Persita, Persiapan Dua Hari..

Persib Mulai Panaskan Mesin Jelang Lawan Persita, Persiapan Dua Hari..

Liga Indonesia
Syarat Messi Main di Piala Dunia Klub 2025, Belum Resmi walau Ada Peluang

Syarat Messi Main di Piala Dunia Klub 2025, Belum Resmi walau Ada Peluang

Liga Lain
Sorotan AFC terhadap Empat Pemain Indonesia Jelang Piala Asia U23 2024

Sorotan AFC terhadap Empat Pemain Indonesia Jelang Piala Asia U23 2024

Timnas Indonesia
Sananta Naik Daun Bersama Timnas Indonesia, Milo Beri Peringatan

Sananta Naik Daun Bersama Timnas Indonesia, Milo Beri Peringatan

Timnas Indonesia
Italia 99,8 Persen Mengunci Slot 5 Tim di Liga Champions Musim Depan

Italia 99,8 Persen Mengunci Slot 5 Tim di Liga Champions Musim Depan

Liga Champions
Ten Hag Sebut Lini Belakang Man United Jadi Alasan Sulit Bersaing

Ten Hag Sebut Lini Belakang Man United Jadi Alasan Sulit Bersaing

Liga Inggris
Leverkusen di Ambang Juara, Xabi Alonso Hanya Perlu Satu Kemenangan Lagi

Leverkusen di Ambang Juara, Xabi Alonso Hanya Perlu Satu Kemenangan Lagi

Bundesliga
Kiper Sempurna? Gabungkan Saja Buffon dan Dida

Kiper Sempurna? Gabungkan Saja Buffon dan Dida

Liga Italia
Hasil Practice MotoGP Amerika: Martin Pertama, Vinales-Marquez Menyusul

Hasil Practice MotoGP Amerika: Martin Pertama, Vinales-Marquez Menyusul

Motogp
Lin Jarvis Tinggalkan Yamaha Akhir Musim 2024

Lin Jarvis Tinggalkan Yamaha Akhir Musim 2024

Motogp
Piala Asia U23 2024, Ada Mimpi STY Bawa Timnas Indonesia ke Olimpiade

Piala Asia U23 2024, Ada Mimpi STY Bawa Timnas Indonesia ke Olimpiade

Timnas Indonesia
Jadwal BAC: Jonatan Christie Jumpa Shi Yu Qi, Asa Terakhir Indonesia

Jadwal BAC: Jonatan Christie Jumpa Shi Yu Qi, Asa Terakhir Indonesia

Badminton
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com