Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 21/10/2022, 20:20 WIB

KOMPAS.com - Komunitas Jurnalis Malang Raya (JMR) menggelar aksi solidaritas tragedi Kanjuruhan dengan mengadakan laga amal sepak bola bersama di Stadion Gajayana Malang, Jumat (21/10/2022) sore.

Laga tersebut bertujuan untuk menghimpun dana yang kemudian akan didonasikan untuk korban yang membutuhkan.

Tidak hanya itu, sebelum laga dimulai, para jurnalis juga menggelar aksi menutup mata dengan pita hitam dan mencuci tangan. Aksi tersebut adalah sindiran kepada siapa pun yang seharusnya bertanggung jawab atas tragedi yang menghilangkan 134 nyawa.

"Di sini kami menyindir beberapa pihak yang menurut kami mereka pura-pura tidak melihat apa yang terjadi. Cuci tangan ini sebagai bentuk mereka pura-pura tak tersangkut dalam persoalan ini sehingga mereka terkesan membiarkan dan merasa tidak bertanggung jawab," kata Perwakilan JMR Football, Tutus Sugiarto, di sela-sela aksi.

"Pihak-pihak tersebut biarlah masyarakat yang menilai," katanya.

Baca juga: Jumlah Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan Bertambah Lagi, Kini 134 Orang

Sementara itu, seluruh hasil laga amal ini diperuntukkan kepada korban luka yang belum mendapatkan bantuan. JMR berharap sedikit bantuan ini bisa meringankan beban korban.

"Kami koordinasikan idealnya diberi kepada korban atau melalui yang lain, seperti Arema FC karena mereka kan juga memberikan santunan," tutur jurnalis televisi itu.

"Ini kan komunitas, enggak bisa diputuskan satu pihak," katanya.

Sejumlah Jurnalis Malang Raya doa bersama sebelum melakukan aksi solidaritas dengan bermain sepak bola laga amal untuk korban Tragedi Kanjuruhan di Stadion Gajayana Malang, Jumat (21/10/2022) sore.Istimewa Sejumlah Jurnalis Malang Raya doa bersama sebelum melakukan aksi solidaritas dengan bermain sepak bola laga amal untuk korban Tragedi Kanjuruhan di Stadion Gajayana Malang, Jumat (21/10/2022) sore.

JMR juga berkomitmen mendukung aksi usut tuntas tragedi Kanjuruhan. Dalam hal ini, mereka ikut mengawal bagaimana proses tim pencari fakta maupun kelembagaan lain, seperti Kontras yang selama ini fokus untuk mencari keadilan dalam tragedi.

"Di sini kami banyak media mulai online, cetak sampai TV. Selama liputan, kami mendampingi tim pencari fakta, lalu Kontras juga. Kami backup teman-teman ini untuk selanjutnya kami publikasi hasil terbaru temuan dari mereka," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+