Kompas.com - 20/04/2022, 16:40 WIB

KOMPAS.com - Penampilan bek senior Bali United, Leonard Tupamahu, tak meredup walau ia telah memasuki usia 38 tahun dan dianggap telah melewati masa emas sebagai seorang pesepak bola profesional.

Leonard Tupamahu terus menjadi palang pintu tangguh bagi Bali United. Terbukti, kontribusinya mampu membawa Bali United meraih back-to-back gelar juara Liga 1 2021-2022.

Sepanjang musim lalu, Leonard Tupamahu berhasil main sebanyak 29 kali dengan mencetak 1 gol dan 1 assist.

Permainan lugas dan tak kenal kompromi bek kelahiran Jakarta tersebut membuatnya mengoleksi 5 kartu kuning dan 1 kartu merah sepanjang musim lalu.

Berduet bersama bek asal Brasil, William Pacheco, lini pertahanan Serdadu Tridatu susah ditembus pemain lawan.

Baca juga: Bali United Terancam Ditinggal Ricky Fajrin, Ardi Idrus Merapat?

 

Ia bersyukur masih bisa menjaga konsistensi permainan pada usia tak lagi muda. Sekaligus, ia senang karena selalu mendapat kepercayaan dari pelatih Bali United, Stefano Cugurra.

“Tidak banyak orang yang bisa bertahan di level teratas pada usia 38 tahun. Artinya sangat besar buat saya,” ungkap pemain yang mengawali karier sepak bolanya bersama Persija Jakarta tersebut.

“Pada usia tidak lagi muda, saya bersyukur masih ada tim sebesar Bali United yang mau pakai jasa saya.”

“Saya sangat bersyukur karena coach Teco (Stefano Cugurra) pelatih yang tidak memandang usia. Siapa yang bagus dan siap di latihan, dia main,” imbuh pria kelahiran 9 Juli 1983 tersebut.

Leonard pun mengaku masih belum puas meski sudah dua kali membawa Bali United meraih prestasi tertinggi di kasta teratas sepak bola Indonesia.

Baca juga: Punya Nadeo Argawinata, Bali United Masih Butuh 2 Kiper Baru

 

Ia ingin memberikan keceriaan lagi bagi suporter Bali United dengan meraih prestasi di level domestik maupun Asia.

Apalagi, musim depan Bali United akan berlaga di kompetisi antarklub Asia, AFC Cup 2022.

Leonard Tupamahu juga memiliki jam terbang cukup tinggi di kompetisi antarklub Asia.

Ia pernah merasakan atmosfer Liga Champions Asia (LCA) pada 2011 bersama Arema.

Pemain Bali United Willian Pachecho, Ricky Fajrin dan Leonard Tupamahu saat pertandingan pekan 31 Liga 1 2021-2022 melawan Arema FC yang berakhir dengan skor 2-1 di Stadion I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Selasa (15/3/2022) sore.KOMPAS.com/Suci Rahayu Pemain Bali United Willian Pachecho, Ricky Fajrin dan Leonard Tupamahu saat pertandingan pekan 31 Liga 1 2021-2022 melawan Arema FC yang berakhir dengan skor 2-1 di Stadion I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Selasa (15/3/2022) sore.

“Target saya mau memberikan keceriaan yang lebih lagi buat keluarga, keluarga di Bali United, dan suporter Bali United secara keseluruhan,” ucap mantan pemain .

Saat ini Leonard Tupamahu memilih menghabiskan waktu bersama keluarga di masa jeda menjelang kompetisi Liga 1 2022 bergulir.

Terkait pemain baru yang kemungkinan akan segera bergabung bersama Bali United ia berharap mereka dapat menciptakan suasana persaingan yang kompetitif serta cepat beradaptasi dengan kondisi tim.

“Siapapun nanti yang datang, dia harus cepat beradaptasi sama apa yang jadi taktik dari coach (Stefano Cugurra),” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Piala Dunia 2022, Bahkan hingga Maradona Meninggal, Argentina Belum Pernah Lagi Juara

Piala Dunia 2022, Bahkan hingga Maradona Meninggal, Argentina Belum Pernah Lagi Juara

Internasional
Piala Dunia 2022, Bubarnya Generasi Emas Belgia

Piala Dunia 2022, Bubarnya Generasi Emas Belgia

Internasional
Alasan Persita Tangerang Dapat 2 Penghargaan

Alasan Persita Tangerang Dapat 2 Penghargaan

Liga Indonesia
Piala Dunia 2022, 1 Laga Ini Berbau Politik

Piala Dunia 2022, 1 Laga Ini Berbau Politik

Internasional
Alasan PT LIB Revisi Jadwal Pertandingan Persebaya

Alasan PT LIB Revisi Jadwal Pertandingan Persebaya

Liga Indonesia
Ambisi Brasil di Piala Dunia 2022

Ambisi Brasil di Piala Dunia 2022

Internasional
Kesenangan-Ketidakpuasan Rexy Mainaky kepada Pencapaian Malaysia di Commonwealth Games 2022

Kesenangan-Ketidakpuasan Rexy Mainaky kepada Pencapaian Malaysia di Commonwealth Games 2022

Badminton
Tim Top Pun Ada 4 di Piala Dunia 2022

Tim Top Pun Ada 4 di Piala Dunia 2022

Internasional
2022, Persita Tangerang Jualan NFT

2022, Persita Tangerang Jualan NFT

Liga Indonesia
Langkah-langkah Passing Atas dalam Bola Voli

Langkah-langkah Passing Atas dalam Bola Voli

Sports
Kolaborasi IBL dengan Meta lewat Fitur Reels di Instagram

Kolaborasi IBL dengan Meta lewat Fitur Reels di Instagram

Sports
Serba 4 di Piala Dunia 2022

Serba 4 di Piala Dunia 2022

Internasional
Man United Berhenti Kejar Arnautovic, Kemenangan untuk Fan

Man United Berhenti Kejar Arnautovic, Kemenangan untuk Fan

Liga Inggris
Semifinal Piala AFF U16 2022: Timnas Indonesia Mata-matai Permainan Skuad Militan Myanmar

Semifinal Piala AFF U16 2022: Timnas Indonesia Mata-matai Permainan Skuad Militan Myanmar

Liga Indonesia
Piala Dunia 2022, Simak 4 Laga Menarik Ini

Piala Dunia 2022, Simak 4 Laga Menarik Ini

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.