Pelatih Madura United Rahmad Darmawan Sarankan Liga 1 Pakai VAR

Kompas.com - 28/04/2021, 10:20 WIB
Manajer sekaligus pelatih Madura United musim 2021, Rahmad Darmawan. KOMPAS.com/Suci RahayuManajer sekaligus pelatih Madura United musim 2021, Rahmad Darmawan.

BOGOR, KOMPAS.com - Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, kembali mengusulkan penggunaan VAR di Liga 1 2021. Hal ini ia sampaikan ketika dimintai komentar terkait evaluasi pelaksanaan Piala Menpora 2021.

Menurutnya keberanian menerapkan teknologi pembantu wasit ini bakal menjadi lompatan besar bagi sepakbola Indonesia.

“Berani memakai teknologi VAR. Pasti akan semakin mendapatkan kepercayaan diri dari pecinta sepakbola tanah air,” ujar Rahmad Darmawan kepada Kompas.com.

Pelatih yang biasa disapa RD tersebut mengatakan penerapan VAR (Video assistant referee) banyak memberikan dampak positif.

Pertama adalah membantu terciptanya pertandingan yang bersih dan baik.

Baca juga: Gagal Juara Piala Menpora, Kapten Persib Serukan Kebangkitan di Liga 1

Selanjutnya, VAR juga menjadi media edukasi bagi wasit, pemain, pelatih dan penonton tentang penerapan Law of the Game yang benar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, penggunaan VAR juga akan memperkecil peluang pengaturan skor sekaligus ikut meningkatkan kepercayaan publik bahwa sepak bola Indonesia bisa lepas dari kontroversi.

Dalam kata lain, penggunaan VAR bisa mengubah wajah sepak bola Indonesia ke arah yang lebih modern dan futuristik.

“Kompetisi akan semakin berkualitas, harga kompetisi naik, dan otomatis sponsor tidak ragu menginvestasikan produknya kepada event sepak bola,” tutur mantan pelatih Tira Persikabo.

Baca juga: Oknum Suporter Persija dan Persib Berulah Usai Piala Menpora, PSSI Minta Maaf

Di sisi lain, saran Rahmad Darmawan ini sedikit menyinggung kualitas pengadil lapangan di beberapa pertandingan Piala Menpora 2021.

Beberapa pertandingan Piala Menpora 2021 memang diwarnai keputusan wasit yang kontroversial.

Kasus terbanyak pemberian kartu yang dirasa berlebihan atau tidak tepat, serta masalah offside.

Hal ini pun membuat salah satu pihak merasa dirugikan atas keputusan kontroversial tersebut dan berimbas pada kepercayaan publik terhadap kualitas wasit di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.