Kompas.com - 03/03/2021, 05:51 WIB
Penyerang Marseille, Florian Thauvin, pada ajang Liga Perancis 2020-2021. AFP/LOIC VENANCEPenyerang Marseille, Florian Thauvin, pada ajang Liga Perancis 2020-2021.

KOMPAS.com - AC Milan yang sempat menjadikan penyerang sayap Olympique Marseille, Florian Thauvin, sebagai buruan utama di bursa transfer musim panas nanti, disebut telah berpaling ke nama lain.

Sebelumnya, I Rossoneri, julukan AC Milan, dilaporkan telah intens berbicara dengan agen Florian Thauvin guna menuntaskan transfer sang pemain sayap ke San Siro akhir musim ini.

Pembicaraan telah dilakukan jauh-jauh hari sejak Oktober 2020 lalu.

Baca juga: Harga Permanen Bek Pinjaman dari Chelsea Mahal, AC Milan Ingin Diskon

Pendekatan itu disiapkan sebagai ancang-ancang untuk mendatangkan Thauvin yang akan habis kontrak bersama Marseille pada Juni 2021.

Artinya, jika negosiasi berjalan mulus, pemain berusia 28 tahun itu bisa datang ke AC Milan dengan status bebas transfer alias gratis.

Bahkan, Calciomercato pernah melaporkan Thauvin sudah ditawari kontrak empat tahun dengan gaji senilai 2,8 juta euro (Rp 47 miliar) oleh manajemen I Rossoneri Februari lalu.

Akan tetapi, sumber yang sama pada Selasa (2/3/2021) mengungkap bahwa sekarang Milan tak lagi menjadikan Thauvin sebagai target nomor satu.

Baca juga: Tanpa 15 Hadiah Penalti di Liga Italia, Akan Ada di Mana Posisi AC Milan?

Rossoneri dikabarkan "menduakan" Thauvin. Saat ini, AC Milan disebut lebih memprioritaskan pemain lain, yakni gelandang FC Porto, Otavio Monteiro.

Sama seperti Thauvin, pemain asal Brasil itu juga akan tersedia secara bebas transfer pada akhir musim ini.

Karakteristik Otavio sebagai gelandang serbabisa dikatakan membuat AC Milan kepincut berat.

Namun, Milan sampai kini kabarnya belum memutus negosiasi dengan agen Thauvin sehingga kepindahan sang pemain Marseille ke San Siro masih mungkin terjadi.

Baca juga: Peran Penting Bek Pinjaman Chelsea dalam Kemenangan AC Milan atas AS Roma

Sementara itu, data dari Transfermarkt memang menyatakan Otavio sebagai pemain yang dapat menempati berbagai posisi di lini tengah.

Otavio bisa mentas sebagai gelandang sentral, mezzala (gelandang sentral luar) dalam skema tiga pemain tengah, dan menjalankan peran pemain nomor 10 di belakang ujung tombak.

Secara produktivitas, Thauvin sebagai penyerang sayap jelas unggul dibanding Otavio dengan catatan 85 gol dan 60 assist dari 270 kali mentas bersama Marseille.

Di lain sisi Otavio, yang berusia 26 tahun, punya catatan 18 gol dan 45 assist dari 172 laga membela Porto.

Tak relevan memang membandingkan dua orang pemain yang menghuni posisi berlainan.

Tapi, jika AC Milan mencari seorang gelandang serbabisa yang bisa mengatur ritme permainan, maka Otavio layak dikedepankan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X