Kompas.com - 18/02/2021, 19:30 WIB
Madura United melawan Persiraja Banda Aceh pada pekan kedua Liga 1 2020 yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamellingan Pamekasan, Senin (09/03/2020) malam. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUMadura United melawan Persiraja Banda Aceh pada pekan kedua Liga 1 2020 yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamellingan Pamekasan, Senin (09/03/2020) malam.

KOMPAS.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia membuat protokol kesehatan yang sangat ketat di Liga 1 dan Liga 2 2021.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, baru saja melakukan pertemuan secara virtual kepada pihak klub Liga 1 dan Liga 2, serta pimpinan seluruh suporter Indonesia.

Selain PSSI, Direktur PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita, dan Menpora Zainudin Amali juga turut hadir dalam pertemuan yang disiarkan dari Jakarta, Kamis (18/2/2021) siang WIB.

Pertemuan tersebut membahas persiapan turnamen pramusim, serta kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim 2021 dengan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Terkait prokes, PSSI menunjuk PT LIB selaku penanggung jawab kompetisi untuk menerapkan protokol dengan sangat ketat.

Baca juga: Permintaan PSSI kepada Suporter Jelang Polri Izinkan Liga 1-2 Bergulir

Bukan hanya prokes standar dengan memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, PSSI memutuskan untuk melakukan swab test langsung pada hari pertandingan.

Hal tersebut diputuskan oleh agar pemain dan perangkat pertandingan benar-benar negatif Covid-19 dan aman ketika memasuki stadion.

"Kita siapkan swab test dengan PCR/antigen dan atau GeNose jam 9 pagi kepada pemain, ofisial, dan perangkat pertandingan jam 9 pagi di hotel setelah mereka makan agar safe sesuai protokol," kata Mochamad Iriawan.

"Jadi, begitu masuk stadion mereka pasti negatif."

katua PSSI Mochamad Iriawan (tengah) memberi keterangan pers seusai rapat kordinasi pengkajian terhadap usulan penyelenggaraan kompetisi sepakbola Liga 1 dan Liga 2 di kantor Kemenpora Jakarta, Rabu (10/02/2021) sore.KOMPAS.com/SUCI RAHAYU katua PSSI Mochamad Iriawan (tengah) memberi keterangan pers seusai rapat kordinasi pengkajian terhadap usulan penyelenggaraan kompetisi sepakbola Liga 1 dan Liga 2 di kantor Kemenpora Jakarta, Rabu (10/02/2021) sore.

Lebih rinci, seluruh personil panitia pelaksana pertandingan di stadion termasuk sopir bus pemain dan minibus wasit juga akan melakukan Swab pada hari H.

Jika ada pihak yang positif virus corona, mereka akan langsung diisolasi di kamar hotel yang telah disediakan oleh Satgas Covid-19.

Tak hanya itu, pemain, ofisial, dan perangkat pertandingan pun akan tetap dicek suhu tubuhnya ketika memasuki stadion.

Baca juga: Alasan PSSI Tentukan Piala Menpora Jadi Nama Turnamen Pramusim

Apabila terdapat seseorang yang memiliki suhu tubuh mencapai 37,5 derajat celcius, mereka dilarang masuk ke dalam stadion.

PSSI telah menerapkan protokol ini pada pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia baik di dalam maupun luar negeri.

Alhasil, skuad Garuda pun aman dari Covid-19 dan bisa terus melakukan TC.

PSSI pun berharap hal serupa juga dapat terjadi ketika pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2 musim 2021.

Baca juga: RESMI, Piala Menpora Mendapat Izin dari Kepolisian

Nantinya, prokes yang telah dibuat akan diuji coba pada turnamen pramusim Piala Menpora 2021 yang tak lain juga sebagai ajang pemanasan kompetisi.

Piala Menpora 2021 sendiri akan digulirkan pada 20 Maret-25 April yang dikuti oleh 20 klub setelah mendapatkan izin dari Polri.

Berikut SOP prokes pemain dan ofisial di Piala Menpora, serta Liga 1 dan Liga 2 2021 berdasarkan hasil presentasi PSSI dan PT LIB yang didapat KOMPAS.com:

Sebelum laga:

1. Pengecekan perlengkapan pemain oleh wasit dilakukan saat pemain keluar ruang ganti. 

2. Pemain cadangan dan ofisial duduk di bench dengan menjaga jarak sesuai dengan jumlah 18 personel per tim (10 cadangan, 8 ofisial).

3. Tidak ada player escort (anak kecil yang mengiringi pemain ke lapangan).

4. Saat PSSI Anthem dimulai, kedua tim memasuki lapangan dengan berjarak 1 meter di antara pemain satu tim.

5. Tidak ada jabat tangan VIP, Tidak ada jabat tangan antara tim dan wasit (Berbeda dengan situasi normal).

6. Foto tim tetap menjaga jarak antar pemain

Saat bertanding:

1. Pemain dilarang berbagi botol minuman.

2. Tidak meludah sembarangan.

3. Menerapkan etika batuk/ bersin.

4. Tidak melakukan selebrasi berlebihan dengan bentuk berangkulan dan berjarak terlalu dekat antar pemain & ofisial di lapangan

5. Ofisial dan pemain cadangan yang berada di bench wajib memakai masker.

Setelah laga:

1. Dilarang bertukar seragam.

2. Wasit langsung menuju lingkaran tengah hingga pemain meninggalkan lapangan, tidak ada jabat tangan dengan pemain.

3. Sebisa mungkin untuk menghindari kontak (jabat tangan), sikap respek antar pemain ditunjukkan dengan saling memberikan aplaus dari kejauhan.

4. Langsung menuju ruang ganti tanpa berkerumun di area pinggir lapangan dan tunnel.

Selain itu, terdapat peraturan yang menekankan perihal sikap suporter karena dilarang masuk stadion.

Baca juga: SOP Pertandingan PSSI dan PT LIB, Ada Penekanan di Suporter



Sumber PSSI
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X