Piala Dunia U20 2021 Batal - Witan hingga Brylian Jadi "Korban"

Kompas.com - 25/12/2020, 18:20 WIB
Aksi Witan Sulaeman (kiri) pada laga uji coba timnas U19 Indonesia vs Bulgaria di Kroasia, Sabtu (6/9/2020). DOK. PSSIAksi Witan Sulaeman (kiri) pada laga uji coba timnas U19 Indonesia vs Bulgaria di Kroasia, Sabtu (6/9/2020).

KOMPAS.com - Witan Sulaeman, Brylian Aldama, Elkan Baggot, dan Amiruddin Bagus Kahfi secara tidak langsung menjadi "korban" dari keputusan FIFA membatalkan gelaran Piala Dunia U20 2021.

Keputusan itu diumumkan FIFA pada Kamis (24/12/2020) malam WIB.

FIFA memutuskan membatalkan Piala Dunia U20 2021 karena berbagai negara di dunia saat ini masih menghadapi pandemi virus corona.

Meski demikian, keputusan itu tidak berpengaruh terhadap status Indonesia selaku tuan rumah Piala Dunia U20 edisi ke-23.

Indonesia kini hanya harus menunggu setidaknya tiga tahun lagi sampai 2023 untuk bisa menyelenggarakan ajang dua tahunan tersebut.

Baca juga: Piala Dunia U20 2021 Batal, Timnas U19 Indonesia Tetap Terbang ke Spanyol

Namun, keputusan FIFA kali ini tetap memiliki dampak terhadap pesepak bola Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebab, beberapa calon bintang Indonesia sudah dipastikan tidak akan tampil pada Piala Dunia U20 2023 karena masalah umur.

Menurut peraturan FIFA, usia maksimal pemain yang bisa tampil pada Piala Dunia U20 adalah 20 tahun pada akhir tahun kalender turnamen dimainkan.

Adapun batas bawah usia pemain untuk Piala Dunia U20 adalah 16 tahun, pada akhir tahun kompetisi tersebut dimainkan.

Itu artinya, rentang waktu kelahiran pemain yang berhak tampil pada Piala Dunia U20 2023 adalah 1 Januari 2003 sampai 31 Desember 2007.

Baca juga: PSSI Berharap Timnas Juara Piala Dunia U20 2023, Sejarah Membuktikan Sebaliknya

Fakta itu tentu "menyakitkan" mengingat pemain Indonesia kelahiran 2001 dan 2002 disebut-sebut salah satu generasi emas sepak bola Tanah Air.

Bagaimana tidak, banyak pemain Indonesia angkatan 2001 dan 2002 seperti Amiruddin Bagus Kahfi hingga Witan Sulaeman saat ini sedang berkarier di luar negeri.

Namun, mereka kini harus mengubur mimpinya untuk tampil pada ajang Piala Dunia U20 yang merupakan turnamen level tiga dari FIFA.

Berikut adalah empat calon bintang Indonesia yang kehilangan kesempatan tampil di Piala Dunia U20 2023:

1. Witan Sulaeman

Witan Sulaeman merupakan pemain kelahiran Palu, Sulawesi Tengah, pada 8 Oktober 2001.

Berposisi sebagai gelandang serang, Witan Sulaeman sudah dipanggil timnas U19 Indonesia pada 2017 ketika masih berusia 16 tahun.

Sejak saat itu, Witan Sulaeman selalu menjadi andalan timnas U19 hingga U22 Indonesia di berbagai turnamen internasional.

Pada awal kariernya, Witan Sulaeman termasuk ke dalam bagian timnas U19 Indonesia saat meraih tempat ketiga Piala AFF 2017 dan 2018.

Setahun berselang, tepatnya pada 2019, Witan Sulaeman naik kelas ke timnas U22 Indonesia setelah dipanggil Indra Sjafri.

Keputusan Indra Sjafri terbilang tepat karena Witan Sulaeman berperan penting dalam keberhasilan timnas U22 Indonesia menjadi juara Piala Dunia AFF U22 2019.

Baca juga: Piala Dunia U20 2021 Dibatalkan, Mimpi Satu Generasi Pemain Sirna

Pada tahun yang sama, Witan Sulaeman juga turut membantu timnas U23 Indonesia meraih medali perunggu SEA Games yang berlangsung di Filipina.

Konsistensi Witan Sulaeman di timnas usia muda kemudian menarik perhatian tim kasta kedua Liga Serbia, FK Radnik Surdulica.

Tidak main-main, FK Radnik Surdulica pada Februari 2020 resmi memberi kontrak jangka panjang untuk Witan Sulaeman selama 3,5 tahun.

Talenta Witan Sulaeman kemudian juga menarik perhatian Shin Tae-yong.

Shin Tae-yong memutuskan untuk membawa Witan Sulaeman ke pemusatan latihan timnas U19 Indonesia di Kroasia yang berlangsung pada September sampai Oktober 2020.

Baca juga: Respons PSSI Usai FIFA Undur Jadwal Piala Dunia U20 2021

Pada pemusatan latihan tersebut, Witan Sulaeman menjadi salah satu pemain timnas U19 Indonesia yang paling menonjol berkat kontribusi tiga gol dan dua assist.

Meski demikian, Witan Sulaeman juga dipastikan tidak akan tampil memperkuat timnas U19 Indonesi pada Piala Dunia U20 2023.

Sebab, Witan Sulaeman pada 2023 sudah berusia 22 tahun.

2. Amiruddin Bagus Kahfi

Amiruddin Bagus Kahfi merupakan pemain kelahiran Magelang, Jawa Tengah, pada 16 Januari 2002.

Nama Amiruddin Bagus Kahfi mulai dikenal publik sepak bola Indonesia setelah menjadi top skor Piala AFF U16 edisi 2018.

Bagus Kahfi pada turnamen tersebut tampil gemilang dengan koleksi 12 gol dari tujuh laga.

Torehan itu tidak hanya membuat Bagus Kahfi menjadi top skor melainkan juga turut membantu timnas U16 Indonesia meraih gelar juara Piala AFF U16 2018.

Bagus Kahfi kemudian dipanggil untuk mengikuti program pembinaan Garuda Select yang melakukan pemusatan latihan di Inggris pada Januari sampai Mei 2019.

Baca juga: Piala Dunia U20 2021 Dibatalkan, Menpora: Pemerintah Sudah Berusaha Maksimal

Setahun berselang, Amiruddin Bagus Kahfi kembali mengisi skuad Garuda Select angkatan kedua yang melakukan pemusatan latihan di Inggris dan Italia.

Meski tampil gemilang di timnas U16 Indonesia dan Garuda Select, Bagus Kahfi masih belum pernah dipanggil timnas U19 asuhan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong.

Bagus Kahfi belum pernah dipanggil Shin Tae-yong karena sempat mengalami cedera patah pergelangan kaki hingga pergeseran ligamen pada awal 2020.

Cedera itu didapat Bagus Kahfi saat membela Garuda Select jilid II.

Meski tidak pernah dipanggil Shin Tae-yong, Bagus Kahfi digadang-gadang akan menjadi ujung tombak utama timnas U19 Indonesia yang akan tampil pada Piala Dunia U20 sebelum dibatalkan.

Baca juga: Piala Dunia U20 Batal, Bagaimana Nasib Timnas U19 Arahan Shin Tae-yong?

Hal itu tidak lepas dari pengalaman dan talenta Bagus Kahfi sebagai striker yang dinilai jauh melebihi pemain seusianya.

Tidak hanya itu, Bagus Kahfi yang sudah pulih dari cedera kini berstatus pemain tim muda Liga Belanda, FC Uterecht, dengan kontrak 18 bulan sampai 2022.

Bagus Kahfi sudah dipastikan kehilangan kesempatan unjuk gigi di Piala Dunia U20 karena usianya sudah 21 tahun pada 2023.

3. Brylian Aldama

Brylian Aldama merupakan pemain kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur, pada 2002.

Jenjang karier Brylan Aldama pada usia muda sebenarnya hampir serupa dengan Bagus Kahfi.

Nama Brylian Aldama mulai menarik perhatian publik Tanah Air setelah membawa timnas U16 Indonesia menjadi juara Piala AFF U16 2018 dan ketika memerpekuat Garuda Select.

Bedanya, Brylian Aldama memiliki medali juara Liga 1 U20. Medali itu didapat Brylian Aldama setelah mengantar Persebaya Surabaya U20 menjadi jaura pada musim 2019.

Nama Brylian Aldama semakin tenar setelah resmi dikontrak tim asal kasta teratas Liga Kroasia, HNK Rijeka, tahun ini.

Brylian Aldama mendapat kontrak 18 bulan dari HNK Rijeka dan diproyeksikan memperkuat tim U23 ataupun cadangan.

Baca juga: Tanggapan Menpora Terkait Pembatalan Piala Dunia U20 2021

Hal itu membuat Brylian Aldama terpaksa meninggalkan pemusatan latihan timnas U19 Indonesia di Jakarta pada November 2020 untuk mengurus kepindahannya ke Kroasia.

Sebelumnya, Brylian Aldama juga termasuk ke dalam skuad timnas U19 Indonesia yang melakukan pemusatan latihan di Kroasia.

Sama seperti Bagus Kahfi dan Witan Sulaeman, Brylian Aldama juga menjadi korban keputusan FIFA yang memutuskan membatalkan Piala Dunia U20 2021.

Brylian Aldama dipastikan tidak akan tampil di Piala Dunia U20 2023 karena pada 2023 nanti usianya sudah 22 tahun.

4. Elkan Baggott

Pemain belakang timnas U19 Indonesia, Elkan Baggott.Dok. PSSI Pemain belakang timnas U19 Indonesia, Elkan Baggott.

Elkan Baggott merupakan pemain kelahiran Bangkok, Thailand, pada 23 Oktober 2002.

Meski lahir di Thailand, Elkan Baggott memiliki darah Indonesia dari sang ibu.

Faktor keturunan itulah yang membuat Elkan Baggott memiliki paspor Indonesia.

Selain itu, Elkan Baggott juga menghabiskan masa kecilnya di Indonesia sebulum akhirnya pindah ke negara asal ayahnya, Inggris, pada 2011.

Di Inggris, Elkan Baggott sempat memperkuat banyak akademi sepak bola sebelum mendapat beasiswa Professional Development Phase Scholarship dari Ipswich Town pada 2017.

Beasiswa itulah yang membuat Elkan Baggott kini berstatus pemain tim muda Ipswich Town, klub yang kini bermain di kasta ketiga Liga Inggris.

Nama Elkan Baggott mulai dikenal publik sepak bola Indonesia ketika dipanggil Shin Tae-yong ke pemusatan latihan timnas U19 di Jakarta pada pertengahan tahun ini.

Baca juga: Elkan Baggott Terancam Tak Bisa Gabung TC Timnas U19 di Spanyol, Kenapa?

Berbekal postur menjulang 194 cm, Elkan Baggott menjadi pemain yang paling menonjol dari skuad timnas U19 Indonesia saat itu.

Elkan Baggott kemudian juga mengikuti pemusatan latihan timnas U19 Indonesia di Krosia meskipun terlambat bergabung karena kendala izin dari Ipswich Town.

Setelah mendapat kesempatan bermain dari Shin Tae-yong, Elkan Baggott langsung dipuji oleh publik sepak bola Tanah Air.

Sebab, Elkan Baggott mampu memberikan ketenangan di lini belakang Indonesia karena postur dan kemampuannya membaca permainan.

Namun, asa publik Indonesia melihat Elkan Baggott tampil pada ajang Piala Dunia U20 dipastikan pupus.

Sebab, Elkan Baggott sudah dipastikan tidak akan tampil di Piala Dunia U20 karena usianya sudah 21 tahun pada 2023.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.