Kompas.com - 13/12/2020, 18:34 WIB

KOMPAS.com - Derbi Manchester pertama musim ini berakhir tanpa pemenang.

Manchester United dan Manchester City saling berhadapan pada pekan ke-12 Liga Inggris 2020-2021.

Duel di Stadion Old Trafford, Minggu (13/12/2020) dini hari WIB, berakhir imbang tanpa gol.

Tidak seperti biasanya, laga bertajuk Derbi Manchester kali ini berjalan sangat monoton. Hal itu tercermin dari jumlah peluang yang diciptakan Man United dan Man City.

Baca juga: Usai Derbi Manchester, Pogba Tepis Pernyataan Sang Agen Sambil Ucapkan Janji Setia

Sepanjang pertandingan, Man United yang kalah dari segi penguasaan bola hanya bisa menciptakan dua tembakan tepat sasaran, sama seperti milik Man City.

Laga derbi itu pun mendapat kecaman dari mantan kapten Manchester United, Roy Keane.

Roy Keane secara khusus menyoroti para pemain Man City yang dianggapnya tak punya mental pemenang.

Menurut Keane, Man City seharusnya bisa membongkar pertahanan Man United dan bukannya tampil ogah-ogahan serta tidak berhasrat memenangi pertandingan. 

"Saya tidak pernah merasa Man City memiliki hasrat untuk memenangi pertandingan ini," kata Roy Keane dilansir dari Sky Sports.

"Kita bicara soal Man United yang bertahan dan membuat pertandingan menjadi sulit, Man City menghadapi situasi itu setiap pekan."

"Itu tugas mereka untuk membongkar pertahanan Man United. Mereka harus berani bertaruh untuk memenangi pertandingan sepak bola. Tak ada mental pemenang dalam tim ini. Saya tidak melihatnya," tutur Roy Keane.

Baca juga: Webo: Bukan Wasit yang Akan Menghentikan Rasialisme di Sepak Bola

Hal serupa juga diungkapkan mantan pemain Man United lainnya, Gary Neville.

"Saya terkejut melihat Man City, mereka tampak seperti tim yang sedikit bosan. Itu bukan Pep Guardiola, bukan para pemain Man City. Saya pikir itu pertandingan sangat buruk," kata Neville.

"Saya yakin ada penggemar Man City di rumah yang berpikir 'bukan itu yang kami lakukan di bawah Pep Guardiola, tidak seperti itu cara kami bermain'."

"Sebuah penurunan dari tim yang memenangi liga dua tahun lalu. Tidak ada niat di sana baik di lapangan atau dari manajer untuk memenangi laga tersebut," ujar Gary Neville.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Sky Sports


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prawira Harum Bandung Perpanjang Kontrak Pelatih David Singleton

Prawira Harum Bandung Perpanjang Kontrak Pelatih David Singleton

Sports
Sejarah Tercipta, Ada 3 Wakil Asia di Fase Gugur Piala Dunia 2022

Sejarah Tercipta, Ada 3 Wakil Asia di Fase Gugur Piala Dunia 2022

Internasional
Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2022: Hari Ini Belanda Vs Amerika Serikat

Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2022: Hari Ini Belanda Vs Amerika Serikat

Internasional
Perjuangan Penghuni Ruko Stadion Usai 2 Bulan Tragedi Kanjuruhan, Bayangan Relokasi

Perjuangan Penghuni Ruko Stadion Usai 2 Bulan Tragedi Kanjuruhan, Bayangan Relokasi

Liga Indonesia
Ironi 3 Tim Kejutan di Piala Dunia 2022: Libas Para Juara, lalu Ucapkan Sampai Jumpa

Ironi 3 Tim Kejutan di Piala Dunia 2022: Libas Para Juara, lalu Ucapkan Sampai Jumpa

Internasional
Persiapan Empat Tim Jatim Jelang Liga 1 2022-2023 Bergulir Lagi

Persiapan Empat Tim Jatim Jelang Liga 1 2022-2023 Bergulir Lagi

Liga Indonesia
Drama Kamerun Vs Brasil: Saat Aboubakar Cetak Gol lalu Dapat Kartu Merah...

Drama Kamerun Vs Brasil: Saat Aboubakar Cetak Gol lalu Dapat Kartu Merah...

Internasional
16 Besar Piala Dunia 2022, Tak Ada Tim yang Lolos dengan Nilai Sempurna

16 Besar Piala Dunia 2022, Tak Ada Tim yang Lolos dengan Nilai Sempurna

Internasional
Bagan 16 Besar Piala Dunia 2022: Argentina dan Portugal Berseberangan

Bagan 16 Besar Piala Dunia 2022: Argentina dan Portugal Berseberangan

Internasional
Piala Dunia 2022: Kamerun Ukir Sejarah, Tersingkir dengan Kepala Tegak

Piala Dunia 2022: Kamerun Ukir Sejarah, Tersingkir dengan Kepala Tegak

Internasional
Polri Beri Lampu Hijau, Liga 1 Dilanjutkan 5 Desember 2022

Polri Beri Lampu Hijau, Liga 1 Dilanjutkan 5 Desember 2022

Liga Indonesia
Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2022: Brasil Vs Korea Selatan, Portugal Vs Swiss

Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2022: Brasil Vs Korea Selatan, Portugal Vs Swiss

Internasional
Ahn Jung-hwan, Penyerang Korea Selatan yang Sukses Kubur Mimpi Italia pada Piala Dunia 2002

Ahn Jung-hwan, Penyerang Korea Selatan yang Sukses Kubur Mimpi Italia pada Piala Dunia 2002

Internasional
Klasemen Grup G Piala Dunia 2022: Brasil Ternoda, Langkah ke 16 Besar Tak Sempurna

Klasemen Grup G Piala Dunia 2022: Brasil Ternoda, Langkah ke 16 Besar Tak Sempurna

Internasional
Tangis Luis Suarez dan Akhir Tragis Uruguay di Piala Dunia 2022

Tangis Luis Suarez dan Akhir Tragis Uruguay di Piala Dunia 2022

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.