Webo: Bukan Wasit yang Akan Menghentikan Rasialisme di Sepak Bola

Kompas.com - 13/12/2020, 05:20 WIB
Pemain dan wasit berlutut di lapangan melawan rasialisme sebelum pertandingan Grup H Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) vs Istanbul Basaksehir FK di Stadion Parc des Princes, Paris, pada 9 Desember 2020. AFP/XAVIER LAINEPemain dan wasit berlutut di lapangan melawan rasialisme sebelum pertandingan Grup H Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) vs Istanbul Basaksehir FK di Stadion Parc des Princes, Paris, pada 9 Desember 2020.

KOMPAS.com - Insiden dugaan pengucapan kata berbau rasialisme oleh perangkat pertandingan Paris Saint-Germain (PSG) melawan Istanbul Basaksehir dalam ajang Liga Champions Rabu (8/12/2020) lalu, mengguncang publik sepak bola Eropa.

Asisten pelatih Istanbul Basaksehir, Pierre Webo, dilaporkan mendapat ucapan kata "negro" oleh wasit keempat asal Rumania, Sebastian Coltescu yang sedang berdiskusi dengan wasit utama, Ovidiu Hategan.

Webo bereaksi keras atas ucapan Coltescu sehingga mendapat kartu merah dan dikeluarkan dari bangku cadangan oleh Hategan yang memancing reaksi lanjutan serta boikot dari para pemain kedua kubu.

Laga tersebut pada akhirnya tertunda sejak menit ke-14, dan dilanjutkan sehari berselang dengan perangkat pertandingan berbeda dengan sejumlah aksi simbolis menentang rasialisme jelang dimulainya laga.

Baca juga: PSG Vs Istanbul Penuh Aksi Anti-Rasialisme, Mbappe: Tak Ada yang Kalahkan Tindakan!

Solidaritas para pemain untuk memboikot laga usai adanya insiden rasisme seperti dalam pertemuan PSG dan Istanbul Basaksehir masih akan terjadi menurut Webo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hari itu menurut saya akan selalu dikenang, nantinya kita bisa mengacu pada hari sebelum dan sesudah 8 Desember," kata Webo seperti dilansir KOMPAS.com dari BBC.

"Wasit tidak akan menghentikan pertandingan untuk isu rasial, para pemain yang akan mengambil tindakan jika kejadian serupa terulang kembali," katanya.

Mantan pemain timnas Kamerun itu menyebut beberapa hari setelah insiden tersebut menjadi momen terberat sepanjang hidup maupun kariernya di kancah sepak bola.

Pesan dukungan mengalir untuknya dari rekan dan sahabat baik dalam lingkungan sepak bola atau di luar lapangan. Begitu juga pesan bernada kebencian dari Rumania sebagai negara asal kedua perangkat pertandingan itu, Coltescu dan Hategan.

"Saya tidak ingin dikenal luas karena insiden tersebut karena sesungguhnya kejadian ini sangat memalukan. Hal tersebut lebih dikarenakan bahwa hal tersebut masih bisa terjadi secara nyata," kata Webo.

Baca juga: PSG Vs Istanbul Berlanjut Usai Aksi Rasial, Neymar dkk Bersinar dan Berlutut

Persatuan Asosiasi Sepakbola Eropa (UEFA) sedang mengumpulkan bukti terkait dugaan penggunaan kata bernada rasial oleh Coltescu kepada Webo tersebut.

Hasil dari investigasi secara menyeluruh yang dilakukan UEFA disebut baru akan selesai dan mendapatkan hasil akhir paling cepat pada periode Natal mendatang.

Seluruh perangkat pertandingan asal Rumania yang bertugas dalam pertandingan tersebut dikabarkan sudah menerima sanksi pembebasan tugas, sampai proses investigasi tersebut memperoleh titik terang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber BBC Sport
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski Ada Protes tentang Peng Shuai, China Tetap Penting bagi WTA

Meski Ada Protes tentang Peng Shuai, China Tetap Penting bagi WTA

Sports
Link Live Streaming PSG Vs Club Brugge, Kickoff 00.45 WIB

Link Live Streaming PSG Vs Club Brugge, Kickoff 00.45 WIB

Liga Champions
Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021, Hanya Tiga Atlet Berusia di Atas 21 Tahun

Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021, Hanya Tiga Atlet Berusia di Atas 21 Tahun

Sports
Link Live Streaming Leipzig Vs Man City, Kick-off 00.45 WIB

Link Live Streaming Leipzig Vs Man City, Kick-off 00.45 WIB

Liga Champions
Catatan Capaian Indonesia pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi

Catatan Capaian Indonesia pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi

Sports
Hasil dan Klasemen Liga 1: Persija Pesta Gol, PSM-Persipura Terpuruk

Hasil dan Klasemen Liga 1: Persija Pesta Gol, PSM-Persipura Terpuruk

Liga Indonesia
Persib Bandung Vs Persebaya Surabaya, Bajul Ijo Kantongi Kekuatan Maung

Persib Bandung Vs Persebaya Surabaya, Bajul Ijo Kantongi Kekuatan Maung

Liga Indonesia
Strategi Indonesia di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021

Strategi Indonesia di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021

Sports
Hasil PSM Vs Persija: Simic Cetak Gol Ke-10, Macan Kemayoran Menang 3-0

Hasil PSM Vs Persija: Simic Cetak Gol Ke-10, Macan Kemayoran Menang 3-0

Liga Indonesia
Bagaimana jika Pertandingan Bulu Tangkis Imbang hingga Gim Kedua?

Bagaimana jika Pertandingan Bulu Tangkis Imbang hingga Gim Kedua?

Sports
Milan Vs Liverpool: Ibrahimovic Tanpa Deputi, 'Si Joker' Krunic Jadi Solusi

Milan Vs Liverpool: Ibrahimovic Tanpa Deputi, "Si Joker" Krunic Jadi Solusi

Liga Champions
Japfa FIDE RATED 2021, GM Susanto Megaranto Bakal Lakoni Laga Penentuan

Japfa FIDE RATED 2021, GM Susanto Megaranto Bakal Lakoni Laga Penentuan

Sports
Babak Pertama PSM Vs Persija: Diwarnai 4 Kartu Kuning, Skor Sama Kuat

Babak Pertama PSM Vs Persija: Diwarnai 4 Kartu Kuning, Skor Sama Kuat

Liga Indonesia
Manajemen PSS Sleman Beberkan Alasan Pertahankan Dejan Antonic

Manajemen PSS Sleman Beberkan Alasan Pertahankan Dejan Antonic

Liga Indonesia
Real Madrid Vs Inter Milan, Nerazzurri Tak Mau Cuma Jadi yang 'Kedua'

Real Madrid Vs Inter Milan, Nerazzurri Tak Mau Cuma Jadi yang "Kedua"

Liga Champions
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.