Menpora dan Ketum PSSI Tutup Kegiatan Menyambut Piala Dunia U20

Kompas.com - 12/12/2020, 18:59 WIB
Kemenpora Zainudin Amali (tengah) dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (dua dari kanan) saat menyemarakan Youth Fun Juggling Competition dalam rangka menyambut Piala Dunia U20 2021 di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (12/12/2020) siang. KOMPAS.com/Suci RahayuKemenpora Zainudin Amali (tengah) dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (dua dari kanan) saat menyemarakan Youth Fun Juggling Competition dalam rangka menyambut Piala Dunia U20 2021 di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (12/12/2020) siang.

SURABAYA, KOMPAS.com - Dalam rangka menyambut Piala Dunia U20 2021, Menpora Zainudin Amali dan Ketum PSSI Mochamad Iriawan datang langsung untuk menyemarakkan kompetisi Youth Fun Juggling di Surabaya pada Sabtu (12/12/2020) siang.

Lomba di Hotel Vasa Surabaya tersebut menjadi penutup rentetan kegiatan lomba adu ketangkasan yang diselenggarakan Kemenpora secara nasional di 36 kota di enam provinsi lokasi penyelenggaraan Piala Dunia U20 2021.

Tak kurang dari 11.000 pesepak bola cilik usia 12-16 tahun adu ketangkasan pada kegiatan tersebut baik secara fisik maupun virtual.

Surabaya menjadi kota keenam yang dikunjungi langsung oleh Menpora dan PSSI setelah Jakarta, Bandung, Solo Bali dan Palembang.

Baca juga: Makan Konate dan David da Silva Mundur dari Persebaya, Aji Santoso Legawa

 

Keenam kota tersebut akan menjadi venue penyelenggaraan Piala Dunia U20.

Tujuannya adalah untuk merangsang masyarakat agar ikut aktif memeriahkan hajatan besar sepakbola U20.

“Surabaya menjadi salah satu pilihan dan sekitarnya, tentu kami inginkan masyarakat Surabaya khususnya dan Jawa Timur pada umumnya bisa menjadi tuan rumah yang baik,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Zainudin Amali.

“Agar memberikan kenyamanan pada berbagai tamu yang datang dari mancanegara dan tentu menunjukkan keramahan yang tidak kalah dengan kota-kota lain,” imbuhnya.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi media yang mampu menyalurkan bakat-bakat sepak bola di level akar rumput. Menjadi sedikit oase ditengah vakum karena pandemi.

Baca juga: Hengkang dari Persebaya, Makan Konate Diminati Tiga Negara

“Juga sekaligus menjadi implementasi dari Inpres No 3 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan persepak bolaan.”

“Tanggung jawab bukan hanya Pemerintah Pusat tapi juga Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Kota,” ujar pria asal Gorontalo tersebut.

Peserta Youth Fun Juggling Competition yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Piala Dunia U20 2021.KOMPAS.com/Suci Rahayu Peserta Youth Fun Juggling Competition yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Piala Dunia U20 2021.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan ikut memberikan apresiasi kepada Kemenpora yang menginisiasi kegiatan Youth Juggling Competition tersebut.

Dia berharap kegiatan ini tidak hanya sebagai penghapus dahaga kompetisi. Namun, juga media yang mampu memunculkan bibit-bibit baru yang akan meregenerasi sepak bola Indonesia.

“Mudah-mudahan di antara yang ada di sini pasti akan ada yang menjadi anggota Timnas,” ujar pria yang biasa disapa Iwan Bule.

“Kami berterima kasih kepada Asprov PSSI Jatim. Penilaian kami Jawa Timur termasuk yang terbagus dalam pembinaan sepak bola. Mudah-mudahan nanti yang hadir di Jawa Timur kalo memang barometernya liga 1 banyak di Jawa Timur,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X