Inter Vs Shakhtar, Nerazzurri Bukan Juru Selamat Sepak Bola Italia

Kompas.com - 17/08/2020, 18:20 WIB
Diego Godin, Alessandro Bastoni, dan Marcelo Brozovic dalam laga Inter Milan vs Torino pada pekan ke-32 Liga Italia 2019-2020. AFP/MIGUEL MEDINA Diego Godin, Alessandro Bastoni, dan Marcelo Brozovic dalam laga Inter Milan vs Torino pada pekan ke-32 Liga Italia 2019-2020.

KOMPAS.com - Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, menyebut timnya tidak termotivasi membawa nama sepak bola Italia di kompetisi antarklub Eropa.

Hal itu diungkapkan Conte menjelang laga Inter vs Shakhtar Donetsk.

Inter vs Shakhtar merupakan laga semifinal Liga Europa yang akan berlangsung di Merkur Spiel-Arena, Jerman, Selasa (18/8/2020) dini hari WIB.

Inter Milan menjadi satu-satunya wakil Italia yang tersisa di kompetisi antarklub Eropa, baik itu Liga Champions maupun Liga Europa.

Lima wakil Italia lainnya, yakni Juventus, Atalanta, Napoli, AS Roma, dan Lazio sudah tersingkir terlebih dahulu.

Baca juga: Inter Vs Shakhtar, Rekor Nerazzurri Kala Berjumpa dengan Wakil Ukraina

Atalanta yang menjadi wakil Italia terakhir di Liga Champions tersingkir di perempat final.

Adapun kampanye Juventus dan Napoli di Liga Champions berakhir di babak 16 besar.

Di Liga Europa, AS Roma tersingkir di 16 besar dan Lazio sudah gagal sejak fase grup.

Inter Milan sebenarnya adalah salah satu dari empat wakil Italia di Liga Champions musim ini.

Namun, Inter Milan gagal melangkah ke fase gugur sehingga harus turun kasta ke Liga Europa.

Melihat Inter Milan menjadi satu-satunya wakil Italia, Conte mengaku tidak terbebani.

Bahkan, Conte menilai Inter Milan tidak memiliki tanggung jawab apapun untuk menyelamatkan wajah sepak bola Italia di Eropa.

"Kami tidak merasa menjadi juru selamat Italia saat ini. Kami hanya peduli dengan pencapaian Inter Milan tanpa memikirkan hal yang lain," kata Conte yang dikutip dari situs resmi klub, Senin (17/8/2020).

"Kami memperlakukan semua kompetisi dengan rasa hormat yang sangat tinggi. Tujuan kami di setiap kompetisi adalah meningkatkan permainan sebagai tim," ujar Conte menambahkan.

Baca juga: Link Live Streaming Inter Vs Shakhtar Donetsk, demi Tiket Final

Inter Milan merupakan tim Italia terakhir yang berhasil mengangkat trofi juara kompetisi antarklub Eropa.

Momen itu terjadi pada musim 2009-2010 ketika Inter Milan meraih gelar juara Liga Champions di bawah asuhan Jose Mourinho.

Setelah itu, pencapaian terbaik wakil Italia di kompetisi antarklub Eropa hanyalah runner up Liga Champions yang dilakukan Juventus.

Juventus dalam satu dekade terakhir dua kali menjadi runner up Liga Champions pada musim 2014-2015 dan 2016-2017.

Dalam sejarahnya, Inter Milan sudah pernah tiga kali menjadi juara Liga Europa ketika turnamen masih menggunakan format Piala UEFA.

Tiga gelar itu didapat Inter Milan pada musim 1990-1991, 1993-1994, dan 1997-1998.

Jika berhasil mengalahkan Shakhtar Donetsk, Inter Milan akan berhadapan dengan Sevilla yang sudah lolos ke final terlebih dahulu.

Sevilla meraih tiket final setelah menyingkirkan wakil Inggris, Manchester United, dengan kemenangan tipis 2-1, Senin (17/8/2020) dini hari WIB.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X