Strategi Liga-liga di Eropa, Ramai-ramai Menyasar China dan AS

Kompas.com - 30/07/2020, 17:26 WIB
Bek Dortmund, Mats Hummels, bereaksi saat pertandingan sepakbola Bundesliga divisi satu Jerman, BVB Borussia Dortmund v TSG 1899 Hoffenheim pada 27 Juni 2020 di Dortmund, Jerman barat. AFP/INA FASSBENDERBek Dortmund, Mats Hummels, bereaksi saat pertandingan sepakbola Bundesliga divisi satu Jerman, BVB Borussia Dortmund v TSG 1899 Hoffenheim pada 27 Juni 2020 di Dortmund, Jerman barat.

LONDON, KOMPAS.com - Liga-liga di Eropa menguatkan strategi sebagai dampak pandemi corona.

Riset terkini Brand Finance Football Annual (BFFA) menunjukkan, pada musim 2020-2021, Bundesliga, Ligue 1, dan Serie A beramaipramai menyasar China dan AS.

Para pemain Lyon merayakan gol ke gawang Saint-Etienne pada laga Ligue 1 Perancis 2019-2020 di Stadion  Groupama, 1 Maret 2020.AFP/DPPI VIA AFP/ROMAIN BIARD Para pemain Lyon merayakan gol ke gawang Saint-Etienne pada laga Ligue 1 Perancis 2019-2020 di Stadion Groupama, 1 Maret 2020.

"China dan AS adalah dua negara yang memiliki perkembangan pesat dalam olahraga, terlebih sepak bola," kata Direktur Pengelola BFFA Richard Haigh.

Sementara, Liga Inggris dan La Liga sejatinya sudah terlebih dahulu menjalankan strategi mengejar pasar jumlah penonton di kedua negara itu.

Baca juga: Lionel Messi: Sang Raja Tanpa Mahkota La Liga

"Kita lihat nantinya strategi Bundesliga," kata Haigh.

Skuad Bayern Muenchen saat merayakan gelar Bundesliga, kasta tertinggi Liga Jerman, musim 2019-2020.AFP/KAI PFAFFENBACH Skuad Bayern Muenchen saat merayakan gelar Bundesliga, kasta tertinggi Liga Jerman, musim 2019-2020.

Sementara itu, Serie A dan Ligue 1 juga berencana mengembangkan sistem waralaba di kedua negara.

Liverpool

Suasana di luar sebuah bar di dekat Stadion Anfield bertepatan dengan laga Liverpool vs Chelsea dalam lanjutan pekan ke-37 Premier League, kasta teratas Liga Inggris, Rabu 22 Juli 2020.OLI SCARFF Suasana di luar sebuah bar di dekat Stadion Anfield bertepatan dengan laga Liverpool vs Chelsea dalam lanjutan pekan ke-37 Premier League, kasta teratas Liga Inggris, Rabu 22 Juli 2020.

Usai menuntaskan musim 2019-2020, Liga Inggris menorehkan catatan nilai klub melalui data termutakhir Brand Finance Football Annual (BFFA).

"Pandemi corona membuat kebanyakan klub mengalami penurunan nilai merek yang dihitung dari pemasukan mulai dari laga penting, hak siar, dan kegiatan komersial.

Menariknya, kata BFFA, Liverpool adalah satu-satunya klub Liga Inggris yang justru mengalami kenaikan nilai.

Kapten Liverpool, Jordan Henderson (tengah) ketika mengangkat trofi juara Premier League, kasta teratas Liga Inggris, musim 2019-2020 di Stadion Anfield, Rabu 22 Juli 2020.AFP/ PAUL ELLIS Kapten Liverpool, Jordan Henderson (tengah) ketika mengangkat trofi juara Premier League, kasta teratas Liga Inggris, musim 2019-2020 di Stadion Anfield, Rabu 22 Juli 2020.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X