Kembali ke Piala FA dan Bikin Blunder, Era De Gea Bisa Jadi Sudah Habis

Kompas.com - 20/07/2020, 05:40 WIB
Kiper Manchester United, David de Gea, tak berdaya mencegah tembakan penyerang Chelsea, Olivier Giroud, menjebol gawangnya pada laga semifinal Piala, Senin (20/7/2020) dini hari WIB. AFP/ANDY RAINKiper Manchester United, David de Gea, tak berdaya mencegah tembakan penyerang Chelsea, Olivier Giroud, menjebol gawangnya pada laga semifinal Piala, Senin (20/7/2020) dini hari WIB.

KOMPAS.com - Kiper Manchester United, David de Gea, lagi-lagi menjadi pusat perbincangan setelah ia melakukan beberapa blunder pada kekalahan 1-3 Setan Merah dari Chelsea di semifinal Piala FA, Senin (20/7/2020) dini hari WIB.

Pelatih Ole Gunnar Solskjaer menunjuk David de Gea untuk menjaga gawang Manchester United pada laga Piala FA di Stadion Wembley tersebut.

Padahal, pemain timnas Spanyol ini lazimnya cadangan di partai-partai Piala FA dengan  posisi penjaga gawang lebih dipercayakan ke Sergio Romero.

De Gea terakhir main di Piala FA saat Man United kalah 0-1 kontra Chelsea pada final 2018.

Namun, nasi telah menjadi bubur.

De Gea bukannya membawa pengalaman dan ketenangan di bawah mistar Manchester United, ia justru punya andil, besar atau kecil, terhadap gol-gol Chelsea.

Baca juga: Man United Vs Chelsea - Maguire Cetak Gol Bunuh Diri, The Blues ke Final Piala FA

Dua gol pertama Chelsea yang datang dari flick Olivier Giroud dan tembakan mendatar Mason Mount seharusnya bisa diselamatkan oleh kiper level elite sepertinya.

Sementara, De Gea tak berdaya terhadap gol ketiga Chelsea yang datang dari kaki Harry Maguire.

Beberapa penyelamatan bagus yang kiper berusia 29 tahun tersebut buat pada laga ini menjadi tidak relevan.

"Ia bukan lagi kiper yang memenangi empat penghargaan pemain terbaik musim," tutur mantan bek Man United, Phil Neville, di BBC.

"De Gea yang yakin dan percaya diri bisa menyelamatkan ketiga gol tersebut hari ini. Saya akan khawatir, penampilan inkonsistennya mengorbankan laga-laga Man United."

Ini bukan kejadian terisolir bagi De Gea.

Baca juga: David de Gea: Sudah Saatnya Man United Raih Gelar Bergengsi Lagi

Sang kiper kebobolan terlalu mudah dari Junior Stanislas saat Man United menjamu Bournemouth.

Ketika melawan Everton, tendangannya untuk membuang bola memantul dari Domiic Calvert-Lewin dan menjebol gawang sang kiper sendiri.

Ia juga bertanggung jawab saat tendangan Ismaila Sarr membobol gawangnya dengan mudah kontra Watford.

Sejak awal musim lalu, De Gea telah membuat tujuh kesalahan yang berbuah langsung ke gol-gol lawan di Premier League.

Jumlah itu adalah yang kedua terburuk di Premier League.

"Ia adalah pemain yang bisa diandalkan Man United selama empat tahun terakhir tetapi ia tak sama lagi pada beberapa waktu terakhir," ujar Gary Neville di Sky Sports.

Pelatih Ole Gunnar Solskjaer mengutarakan bahwa sang kiper sadar adalah orang pertama yang paham bahwa ia seharusnya bisa lebih tajam di bawah mistar.

"David tahu bahwa ia dapat menyelamatkan tembakan itu 100 kali dari 100 usaha, tetapi ini lah sepak bola," tutur Solskjaer seusai pertandingan, seperti dikutip dari BBC.

"Ini sudah terjadi. Mari kita melihat ke depan. Saya tahu ia punya mental kuat."

Solskjaer pun bakal tetap memercayakan posisi kiper Man United kepada De Gea.

"Tentu saja. Kami tak terkalahkan dalam 19 pertandingan dan Sergio (Romero) serta David telah bermain bagus dalam rentetan tersebut."

"Kami mencetak beberapa clean sheet dan ia melakukan penyelamatan-penyelamatan bagus kontra Crystal Palace. Semua orang ingin membuat berita tentang David tetapi ia tahu seharusnya bisa menyelamatkan bola," lanjut Solskjaer.

Baca juga: Meski Tak Terkalahkan di 19 Laga, Man United Dianggap Masih Butuh 3 Pemain Lagi

"Ia punya mental sangat kuat. Semua orang harus menunjukkan performa tinggi dan punya kesempatan unjuk gigi setiap kali mereka bermain."

David de Gea menanda tangani kontrak raksasa pada awal musim ini yang mengikatnya di klub hingga 2023.

Namun, sang kiper bisa jadi bukan jaminan kiper utama lagi musim depan setelah Dean Henderson kembali dari masa peminjamannya ke Sheffield United.

Henderson hanya kebobolan 29 gol dari 34 pertandingan Liga Inggris musim ini dan mencatatkan 13 clean sheet.

Musim ini, kiper berusia 23 tahun itu hanya membuat satu kesalahan yang berujung ke gol lawan, berbanding empat yang dilakukan De Gea.

"Saya pikir, Anda hanya membawa Dean Henderson kembali Manchester United sebagai kiper nomor satu atau Anda pertahankan dia di mana ia bisa menimba pengalaman. Saya pikir waktunya sudah tiba sekarang," tutur pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Premier League, Alan Shearer.

David de Gea datang ke Man United dari Atletico Madrid pada 2011.

Ia telah lima kali masuk ke tim terbaik Premier League versi PFA, asosiasi pesepak bola Inggris.

De Gea pernah hampir bergabung ke Real Madrid pada 2015. Akan tetapi, ia terus membela panji United hingga kini, mencatatkan lebih dari 300 penampilan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X