Pemkot Surabaya Pastikan Covid-19 Tak Ganggu Persiapan Venue Piala Dunia U20

Kompas.com - 08/07/2020, 10:40 WIB
Seorang pekerja sedang melakukan pembenahan tribun Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya sebagai persiapan Piala Dunia U-20 2021. DokumentasiSeorang pekerja sedang melakukan pembenahan tribun Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya sebagai persiapan Piala Dunia U-20 2021.

SURABAYA, KOMPAS.com - Pandemi virus corona tidak mengganggu proses renovasi Stadion Gelora Bung Tomo (SGBT) yang dipersiapkan sebagai venue Piala Dunia U20 2021.

Perlahan tapi pasti, Pemerintah Kota Surabaya terus menyempurnakan sarana dan prasarana yang ada.

Kabid Sarpras Dispora Surabaya, Edi Santoso, mengatakan proses renovasi SGBT sudah berada di jalur tepat.

Semua item pekerjaan juga berjalan lancar sesuai dengan jadwal, mulai dari perbaikan jalan, perbaikan rumput, hingga pemasangan kursi tunggal di stadion.

Selain itu, pemaksimalan sarana lain seperti ruang ganti pemain, ruang konferensi pers, dan jacuzzi juga berjalan sesuai dengan rencana.

“Saya kira semua sudah sesuai, tidak terkendala Covid-19. Tidak ada masalah semuanya sesuai dengan schedule yang kami agendakan,” kata Edi Santoso kepada Kompas.com.

Baca juga: Kunjungan ke Grup Kompas, Ketum PSSI Tekankan Target Timnas di Piala Dunia U20

Edi Santoso mengatakan sejak awal Pemkot Surabaya sudah berkomitmen untuk mendukung Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20.

Tampak akses jalan menuju Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya sudah mulai rapi sebagai bentuk persiapan Piala Dunia U-20 2021.Dokumentasi Tampak akses jalan menuju Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya sudah mulai rapi sebagai bentuk persiapan Piala Dunia U-20 2021.

Apalagi, sudah ada instruksi langsung dari Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Tak tanggung-tanggung, setidaknya 24 miliar rupiah digelontorkan untuk renovasi stadion kebanggaan masyarakat Surabaya tersebut.

Edi Santoso melanjutkan saat ini pengerjaan masih dalam tahap proses dan persentasenya bervariasi.

Baca juga: Ketum PSSI Bicara Target Indonesia ke Olimpiade 2024 dan Piala Dunia 2034 Bisa Berubah

Namun, dia yakin dalam beberapa bulan ke depan hasilnya sudah bisa mulai terlihat.

“Artinya persentase per-item pekerjaan ada 30 persen, ada yang kalau barang datang sudah 50 persen. Masih September baru keliatan.”

“Kalau agenda FIFA datang ke Surabaya baru bisa dilihat dan nanti tinggal evaluasi. Apa kekurangannya tinggal tambahkan,” pungkasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X