Pemain Naturalisasi Indonesia, Jhonny van Beukering dan Postur Tubuh

Kompas.com - 14/05/2020, 18:00 WIB
Pemain keturunan Belanda, Tonnie Cussel, Raphael Guillermo Maitimo, dan Jhonny van Beukering (kiri ke kanan) berlatih bersama tim nasional Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (8/11/2012). KOMPAS/YUNIADHI AGUNGPemain keturunan Belanda, Tonnie Cussel, Raphael Guillermo Maitimo, dan Jhonny van Beukering (kiri ke kanan) berlatih bersama tim nasional Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
|

KOMPAS.com – Dari sekian banyak pemain naturalisasi, timnas Indonesia pernah mempunyai penyerang bernama Jhon "Jhonny" van Beukering.

Jhonny van Beukering menjadi pemain berdarah Belanda yang pernah diminta membela timnas Indonesia pada 2012.

Soal postur tubuh, Jhon van Beukering dianggap tak identik dengan perawakan sebagai seorang atlet profesional.

Posturnya yang terlalu gemuk pernah mendapat perhatian pelatih timnas Indonesia saat itu, Nilmaizar.

Nilmaizar menyebut Jhonny van Beukering memiliki tubuh yang terlalu tambun untuk ukuran seorang penyerang.

Baca juga: Media Vietnam Soroti Penyataan Luis Milla soal Kualitas Pemain Timnas Indonesia

"Melihat dia, saya berpikir dia terlalu gemuk," kata Nil Maizar pada 19 November 2012.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya akan berbicara kepada dia untuk latihan fisik lebih giat dan mengidealkan postur tubuh," ucapnya.

Dokter timnas Indonesia, Syarif Alwi, juga mengakui bahwa Van Beukering memang bermasalah dengan berat badan.

Syarif mengungkapkan bahwa berat badan mantan pemain Pelita Jaya itu mencapai 95 kilogram saat pertama kali bergabung dengan timnas Indonesia.

Baca juga: Manuver PSSI Amankan Tiga Pemain Naturalisasi untuk Bela Timnas

Setelah menjalani program latihan bersama timnas Indonesia, bobot Van Beukering turun menjadi 89 kg.

Jhonny van Beukering juga mengakui bahwa banyak orang yang mempertanyakan soal postur tubuhnya.

Namun, mantan pemain Feyenoord ini tak mau ambil pusing dengan hal tersebut. Ia menilai, yang terpenting baginya adalah performa di lapangan.

"Semua orang bertanya mengenai hal itu, tetapi yang penting adalah performa di lapangan. Jangan sampai kita tidak berkontribusi di lapangan," kata Van Beukering pada 20 November 2012.

"Sekarang yang saya pikirkan bagaimana saya bisa berkontribusi di lapangan, entah mencetak gol atau memberikan assist," ucapnya.

Baca juga: Legenda Timnas Indonesia Sebut Satu Cara Selamatkan Talenta Muda Tanah Air

Pada kenyataannya, Van Beukering tak banyak memberi kontribusi positif bagi timnas.

Di Piala AFF 2012, Nilmaizar sering menempatkan penyerang kelahiran 29 September 1983 itu di bangku cadangan.

Tercatat, ia hanya tampil sekali dalam gelaran Piala AFF 2012 saat melawan Malaysia.

Padahal, dalam laga uji coba sebelum Piala AFF 2012, Van Beukering sukses memberikan assist untuk gol Bambang Pamungkas ke gawang Timor Leste pada 14 November 2012.

Karier Van Beukering bahkan meredup seusai membela timnas Indonesia di Piala AFF 2012.

Baca juga: Petuah Sang Kakek Jadi Alasan Sandy Walsh Pilih Bela Timnas Indonesia

Ia memutuskan kembali ke tanah kelahirannya setelah tak ada satu pun klub Indonesia yang mau menampung.

Di Belanda, Van Beukering tercatat pernah membela beberapa klub seperti MASV Arnhem dan SC Veluwezoom.

Namun, nasib naas menimpanya seusai terlibat keributan dengan pemain dan suporter klub DVC'26 di Piala KNVB pada 2015

Van Beukering yang saat itu bermain untuk SC Veluwezoom akhirnya diberi larangan beraktivitas di dunia sepak bola dan dikenai denda sebesar 150 euro.

Ia kemudian memilih gantung sepatu pada 2019 dan meniti karier sebagai pelatih.

Setelah sempat menukangi MASVArnhem dan SC Veluwezoom, kini Van Beukering menjadi asisten pelatih Go Ahead U18. (Rebiyyah Salasah)



Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.