Perjalanan Karier Pemain Timnas yang Paling Inspiratif Menurut Indra Sjafri

Kompas.com - 25/04/2020, 20:10 WIB
Indra Sjafri (tengah) di Stadion Sepak Bola Binan ketika bertugas pada laga keempat SEA Games 2019 antara timnas U-23 Indonesia vs Brunei Darussalam, Selasa 3 November 2019. KOMPAS.COM/GARRY LOTULUNGIndra Sjafri (tengah) di Stadion Sepak Bola Binan ketika bertugas pada laga keempat SEA Games 2019 antara timnas U-23 Indonesia vs Brunei Darussalam, Selasa 3 November 2019.

KOMPAS.com - Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, menyebut satu pemain yang dinilai memiliki perjalanan karier paling inspiratif.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam wawancara eksklusif bersama KOMPAS.com melalui live Instragram pada Sabtu (25/4/2020) sore WIB.

Dari sederet pemain yang pernah dia latih, Indra Sjafri memilih pesepak bola asal Jawa Timur yang kini membela Persija Jakarta, Evan Dimas.

Lebih lanjut, dalam acara "Kompas.com Sport Talk" yang mengusung judul "Semangat Menolak Menyerah" itu, Indra Sjafri pun mengungkapkan kisah inspiratif di balik perjalanan karier Evan Dimas.

Baca juga: Asal-usul Slogan Semangat Menolak Menyerah yang Temani Perjalanan Karier Indra Sjafri

Indra Sjafri mengatakan bahwa perjalan karier Evan Dimas menjadi sangat inspiratif karena penuh dengan perjuangan.

"Evan Dimas, karena saya melihat perjuangan dia," kata Indra Sjafri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mengungkapkan bahwa Evan Dimas memiliki cerita menyedihkan sebelum sesukses sekarang.

Pemain yang identik dengan nomor punggung 6 itu ternyata pernah gagal ketika mengikuti beberapa seleksi, termasuk ditolak untuk masuk dalam skuad Primavera ke Uruguay.

"Banyak orang tidak tahu, Evan Dimas sudah beberapa kali ikut seleksi di diklat sepak bola, tidak lolos," ucap Indra Sjafri.

"Seleksi tim Primavera ke Uruguay, tidak lolos. Jadi, hampir semua yang dia ikuti tidak lolos," tutur dia menambahkan.

Baca juga: Indra Sjafri Sebut NTT Menjadi Tempat Paling Berkesan Selama Blusukan Mencari Pemain

Bahkan, Evan Dimas juga disebut hampir tidak lolos dalam seleksi tim nasional U19 jika naluri Indra Sjafri berkata lain.

"Saat itu Evan Dimas hampir tidak menjadi bagian timnas U19, tetapi instinct saya melihat ada suatu hal yang saya pikir belum dikembangkan pada Evan Dimas."

"Naluri saya melihat itu, saya ambil dia, dan saya coret salah satu pemain," kata Indra Sjafri menjelaskan.

Pesepak bola timnas Indonesia, Evan Dimas, merayakan gol seusai mencetak gol dalam pertandingan persahabatan melawan Vanuatu di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu (15/6/2019). Tim Nasional (timnas) Indonesia meraih kemenangan telak saat melakoni laga bertajuk FIFA Matchday melawan Vanuatu dengan skor 6-0.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pesepak bola timnas Indonesia, Evan Dimas, merayakan gol seusai mencetak gol dalam pertandingan persahabatan melawan Vanuatu di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Sabtu (15/6/2019). Tim Nasional (timnas) Indonesia meraih kemenangan telak saat melakoni laga bertajuk FIFA Matchday melawan Vanuatu dengan skor 6-0.
Kejelian Indra Sjafri dalam melihat bakat dalam diri Evan Dimas terbukti setelah sang pemain bermain apik dan membawa timnas U19 Indonesia menjuarai Piala AFF 2013.

"Dalam rentang waktu persiapan ke Piala AFF, dari pemusatan latihan satu ke pemusatan latihan lainnya, dari pendalaman dan pemahaman saya tentang karakter dia, akhirnya saya menemukan cara yang tepat untuk bisa mengambangkan dia lebih baik."

"Alhamdulillah, dari hari ke hari kepercayaan diri dia meningkat, performa dia meningkat, dan implementasi di lapangan semakin bagus," kata Indra Sjafri menjelaskan.

Baca juga: Evan Dimas dan Bahasa Inggris di Negeri Asing

Kendati demikian, Indra Sjafri tidak memungkiri bahwa pencapaian yang diukir Evan Dimas tidak terlepas dari rekan satu tim di timnas.

Terlebih lagi, sepak bola adalah olahraga tim yang memerlukan kerja sama meski memiliki satu atau dua pemain bintang di dalamnya.

"Ditopang dengan teman-teman yang lain, Evan Dimas membuktikan bahwa dia memang layak menjadi bagian dari sejarah persepakbolaan Indonesia," kata Evan.

Saat ini, Evan Dimas memang layak dinobatkan sebagai salah satu gelandang terbaik yang dimiliki Ibu Pertiwi.

Sempat merasakan pahitnya kegagalan pada beberapa seleksi, pemain berusia 25 tahun itu telah menjelma menjadi pemain yang layak disegani.

Cerita inspiratif ini diharapkan bisa menjadi pelecut semangat anak-anak muda Indonesia yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional.

Bahkan, lebih dari itu, kerja keras dan pantang menyerah juga bisa mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, seperti yang dilakukan Evan Dimas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.