Kompas.com - 13/04/2020, 18:45 WIB
Sekjen PSSI, Ratu Tisha, menjawab sejumlah pertanyaan dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com, Selasa (12/2/2019). KOMPAS.COM/FERRIL DENNYSSekjen PSSI, Ratu Tisha, menjawab sejumlah pertanyaan dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com, Selasa (12/2/2019).

KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal atau Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

Ratu Tisha telah mengonfirmasi pengunduran dirinya tersebut melalui unggahan suara di akun Instagram miliknya, Senin (13/4/2020).

"Dear friends, hari ini Senin, 13 April 2020, melalui surat, saya telah resmi mengundurkan diri dari posisi Sekretaris Jenderal PSSI. Saya bersyukur pernah meraih kesempatan bekerja untuk melayani anggota PSSI, pemain, pelatih, wasit, match commissioner, instruktur, dan para pencinta sepak bola sejak 17 Juli 2017," kata Tisha seperti ditulis di akun Instagram @ratu.tisha, Senin (13/4/2020).

"Bersama-sama kita telah memeriahkan kursus kepelatihan dan perwasitan di berbagai provinsi, memutar rantai amatir dan elit usia muda, membangun kerja sama dengan federasi kelas dunia, menghidupkan lini usaha kreatif, mengibarkan kembali sepak bola putri, dan puncaknya adalah terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20," lanjutnya.

Baca juga: Breaking News: Ratu Tisha Resmi Mundur dari PSSI

"Sebuah kebanggaan yang tidak dapat terwujud tanpa dukungan pengurus dan anggota PSSI, pemerintah, dan stakeholder sepak bola, termasuk kamu; setiap individu yang sedang mendengarkan pesan ini," kata Tisha.

Selain itu, dalam rekaman suara yang diposting melalui Instagram Ratu Tisha, dia menyampaikan agar seluruh pencinta sepak bola Tanah Air jangan pernah berhenti berharap.

"Jangan pernah berhenti untuk mendukung sepak bola Indonesia. Yakin selalu ada harapan bagi yang berdoa, selalu ada waktu yang tepat bagi yang bersabar dan selalu ada jalan bagi yang tidak pernah lelah berusaha," kata Tisha.

Setelah mengumumkan pengunduran diri dari Sekjen PSSI, Ratu Tisha mempunyai perjalanan karier yang luar biasa hingga dia berhasil menjadi Sekjen PSSI.

Perjalanan kariernya di dunia olahraga, khususnya sepak bola untuk Tanah Air tidak perlu diragukan lagi.

Baca juga: Ratu Tisha, Sekjen Perempuan Pertama PSSI Itu Resmi Mundur...

Kecintaannya terhadap sepak bola sudah sudah dia ikuti sejak duduk di bangku SMA. Tidak hanya sekadar suka, Ratu Tisha juga turut membangun manjaer tim sepak bola di sekolahnya.

Kecintaannya itu terus berlanjut ke bangku kuliah. Ratu Tisha juga turut menjadi manajer di klub PS Institut Teknologi Bandung (ITB).

Setelah lulus kuliah tahun 2008, Ratu Tisha mendirikan Lab Bola, sebuah usaha yang bergerak dalam bidang jasa penyedia data analisis di dunia olahraga.

Pengetahuannya tentang sepak bola semakin matang saat Ratu Tisha mengikuti pendidikan di Badan Sepak Bola Seluruh Dunia (FIFA), pada 2013.

Ratu Tisha mengikuti program Master di FIFA. Selama mengikuti program master tersebut Ratu Tisha memperoleh bidang studi seperti Sport Humanity, Manajamen Olahraga, dan Hukum Olahraga. Tisha berhasil meraih peringkat ketujuh dari 28 peserta.

Baca juga: Resmi Mundur, Ini Pencapaian Ratu Tisha Selama Jadi Sekjen PSSI

Setelah lulus dari pendidikan FIFA, Ratu Tisha kembali ke Tanah Air untuk memajukan sepak bola Indonesia.

Pada 2016, Ratu Tisha pernah menjadi operator Turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) yang menempatkannya di posisi direktur kompetisi dan regulasi.

Berselang setahun kemudian, saat Edy Rahmayadi menjadi Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha mencoba mencalonkan diri menjadi salah satu calon Sekjen PSSI.

Setelah mengikuti uji kelayakan, pada 2017, Ratu Tisha akhirnya terpilih menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai Sekjen PSSI.

Sejak ditunjuk sebagai Sekjen PSSI, Ratu Tisha memang sudah dikenal sangat peduli terhadap pembinaan usia dini. Hal itu terbukti dengan adanya Elite Pro Academy dan program Garuda Select.

Baca juga: Pernyataan Lengkap Ratu Tisha Saat Mundur dari Sekjen PSSI

Selain itu, Ratu Tisha juga merupakan sebagai pelopor lahirnya kompetisi sepak bola putri, yakni Liga 1 Putri, pada 2019.

Pada 2019 pertengahan, tepatnya pada Juni 2019, Ratu Tisha diangkat menjadi Wakil Presiden AFF (Federasi Sepak bola ASEAN) periode 2019-2023.

Diangkatnya Ratu Tisha menjadi Wakil Presiden AFF membuat namanya menjadi sejarah baru bagi persepakbolaan Asia Tenggara. Sebab, Ratu Tisha menjadi Wakil Presiden AFF pertama dari kalangan wanita.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X