Kontrol Pikiran yang Membuat Jonatan Christie Lewati Wakil Denmark

Kompas.com - 09/01/2020, 22:20 WIB
Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie melakukan selebrasi seusai mengalahkan tunggal putra Malaysia Lee Zii Jia dalam final bulu tangkis beregu putra SEA Games 2019 di Kompleks Olahraga Muntinlupa, Manila, Filipina, Rabu (4/12/2019). Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia meraih medali emas setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANTunggal putra Indonesia Jonatan Christie melakukan selebrasi seusai mengalahkan tunggal putra Malaysia Lee Zii Jia dalam final bulu tangkis beregu putra SEA Games 2019 di Kompleks Olahraga Muntinlupa, Manila, Filipina, Rabu (4/12/2019). Tim bulu tangkis beregu putra Indonesia meraih medali emas setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1.

KOMPAS.com - Pebulu tangkis Indonesia, Jonatan Christie, menjadi satu-satunya wakil Tanah Air di perempat final Malaysia Masters 2020 setelah ia menyudahi perlawanan wakil Denmark Rasmus Gemke, Kamis (9/1/2020).

Jonatan Christie melewati rintangan Rasmus Gemke dengan kemenangan 22-20, 21-13.

Kendati melewati laga ini dengan dua gim langsung, pebulu tangkis peringkat enam dunia tersebut sempat kesulitan melawan Gemke.

Jojo sempat tertinggal 11-6 pada gim pertama sebelum menyamakan kedudukan 12-12 dan bertukar poin sengit hingga akhir gim tersebut.

Baca juga: Demi Akademi Bulu Tangkis Terbaik Dunia, Malaysia Tunjuk Mentor Lee Chong Wei

Seusai pertandingan tersebut, Jonatan Christie mengakui kalau ia mengubah strateginya agar dapat melewati perlawanan pebulu tangkis peringkat ke-18 dunia tersebut.

"Hari ini saya bermain lebih baik, lebih cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan yang berangin. Di gim pertama saya 'menang angin', jadi lebih kontrol pukulan. Saya juga bisa lebih cepat mengubah strategi permainan," tutur pebulu tangkis berusia 22 tahun ini kepada BadmintonIndonesia.

Jojo juga mengakui bahwa ia sempat kecewa setelah tertinggal dari Gemke pada gim pertama kendati memulai duel dengan apik.

Namun,  pebulu tangkis kelahiran Jakarta tersebut tetap tenang dan mengubah pendekatannya yang kurang berhasil.

"Di gim pertama saya sudah unggul tetapi malah tersusul lawan. Saat itu saya atur pikiran. Bagaimana pun juga, sayang sekali kalau gim pertama ini lepas. Lalu, saya bisa mengontrol pikiran dan ambil keputusan mau pakai strategi apa," tuturnya lagi.

Baca juga: Lee Zii Jia Bicara Tekanan Emas SEA Games dan Kemenangan Perdana Atas Antonsen

Jonatan kini akan menghadapi pemain asal Hong Kong Ng Ka Long Angus, suatu lawan yang seimbang dengan Jojo mengingat rekor pertemuan mereka sebelum ini adalah 4-4.

Ia pun mengatakan bahwa persiapan menjadi hal terpenting pada turnamen yang telah banyak memakan korban pemain unggulan ini.

"Banyak pemain yang penampilannya sedang menanjak. Menurut saya yang paling penting itu persiapan. Jadi, saya akan mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum babak perempat final. Kami sudah sama-sama tahu apa yang perlu diwaspadai karena sudah sering ketemu," tuturnya. 

Laga perempat final lain akan mempertemukan Kento Momota vs Huang Yu Xiang, Lee Zii Jia vs Shi Yu Qi, dan partai panas Viktor Axelsen vs Chen Long.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X