Kompas.com - 08/10/2019, 14:22 WIB
Rossi penasaran dengan performa motornya di GP San Marino. MotoGPRossi penasaran dengan performa motornya di GP San Marino.

KOMPAS.com – Peraih sembilan gelar juara dunia balap motor, Valentino Rossi, meminta Yamaha segera mengamankan posisi Fabio Quartararo.

Rossi melontarkan pernyataan ini setelah melihat penampilan Quartararo sepanjang MotoGP 2019.

Padahal, sang pebalap baru saja naik kelas dari Moto2. Dia melakukan debut nan impresif di kelas utama sepanjang tahun ini.

Quartararo, yang membela tim Petronas SRT Yamaha, memperlihatkan aksi memukau. Tak heran, dia menjadi sorotan musim ini.

Buktinya, Quartararo kerap bersaing memperebutkan podium utama. Meskipun belum pernah menang, tetapi sang pebalap sudah lima kali naik podium.

Baca juga: Valentino Rossi Sesalkan Masalah Ban pada GP Thailand

Tak hanya itu, Quartararo juga sukses meraih posisi start terdepan sebanyak empat kali. Jumlha itu hanya kalah dari sang juara dunia dari tim Repsol Honda, Marc Marquez.

Pebalap kelahiran Prancis tersebut bercokol di peringkat tujuh klasemen sementara pebalap MotoGP 2019. Dia hanya terpaut dua angka dari Rossi yang berada tepat di atasnya.

Hasil positif tersebut tak pelak membuat tim Petronas Yamaha SRT puas dan menghadiahinya mesin yang baru.

"Kami memutuskan untuk memberinya mesin dengan kecepatan putaran lebih tinggi," ujar manajer Petronas Yamaha, Wilco Zeelenberg, dikutip Bolasport.com dari Speedweek.

Baca juga: Rossi Kecewa Tidak Bisa seperti Marquez di Masa Jaya

Kepercayaan tim berbuah manis. Quartararo mampu tampil kompetitif pada seri balapan ke-15 yang digelar di Thailand, Minggu (6/10/2019).

Dirinya mampu terus-menerus memimpin di barisan depan, walau kembali harus disalip pada lap terakhir.

Penampilan Quartararo mengundang decak kagum dari Marquez yang langsung menahbiskannya sebagai rival yang harus ditaklukkan musim depan.

Tanggapan positif juga muncul dari Rossi yang memperkuat tim pabrikan Yamaha.

"Sangat penting untuk mempertahankan Quartararo di tim Yamaha. Terlebih setelah kontraknya habis pada 2020," tutur Rossi.

"Dia sudah main bagus sejak umur 14 atau 15 tahun. Saya yakin dia pun akan demikian pada masa depan. Saya tidak menyangka bahwa dirinya akan secepat ini," imbuhnya.

Rossi pun tidak memungkiri bahwa Quartararo akan menjadi komoditi panas pada bursa transfer pebalap.

"Saya yakin semua tim akan menginginkannya pada musim 2021. Jadi, Yamaha harus segera menawarinya kontrak," ujar pemenang tujuh gelar kelas primer ini.

"Mereka benar-benar gila jika tidak melakukannya," tandas pebalap yang kini berusia 40 tahun.

Dengan empat balapan tersisa pada musim ini, Quartararo diprediksi bakal mengamankan gelar Rookie of The Year. Pasalnya, raihan poinnya saat ini jauh melampaui para pebalap lain berstatus rookie.

Selain itu, pebalap berjulukan El Diablo tersebut berpeluang menjadi pebalap independen terbaik jika mampu memenangi persaingan dengan Jack Miller dari Pramac Ducati.

Keberhasilan mencapai dua target tersebut jelas akan menaikkan pamor Quartararo sehingga Yamaha dipastikan harus bekerja keras untuk membentenginya. (Agustinus Rosario)



Sumber Speedweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X