Final Piala Presiden 2019, Kunci Kemenangan PSM Makassar atas Persija Jakarta

Kompas.com - 06/08/2019, 20:34 WIB
PSM Makassar menjadi juara Piala Indonesia seusai mengalahkan Persija Jakarta, 6 Agustus 2019. TRIBUN TIMUR/ABDIWAN BOXYPSM Makassar menjadi juara Piala Indonesia seusai mengalahkan Persija Jakarta, 6 Agustus 2019.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, mengungkapkan kunci keberhasilan timnya menjadi juara Piala Indonesia 2018.

PSM menang 2-0 atas Persija Jakarta pada leg kedua partai final di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Selasa (6/8/2019).

Hasil tersebut membuat PSM ungul 2-1 secara agregat. Artinya, PSM berhasil membalikkan situasi setelah kalah 0-1 pada leg pertama di markas Persija, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Baca juga: Akhiri Puasa Gelar 19 Tahun, PSM Dapat Ucapan Selamat dari Bepe

Menurut sang pelatih, kartu merah yang didapatkan Sandi Darma Sute pada menit ke-33 menjadi salah satu faktor timnya bisa mengontrol permainan.

Hal tersebut membuat PSM bisa mencetak gol kedua setelah mereka membukukan gol pertama pada awal laga.

Pelatih asal Bosnia ini juga mengungkapkan timnya bermain dengan disiplin yang tinggi.

"Dalam pertandingan kali ini fokus pemain sangat luar biasa, disiplin yang ditunjukkan di lapangan itu sangat bagus dan secara strategi kami lakukan semua hal yang dibicarakan sebelum pertandingan," ujarnya.

Dikatakan Kalezic, Wiljan Pluim dkk juga bermain dengan cepat sehingga para pemain Persija tak segan menghentikannya dengan cara kasar.

Hal ini berimbas pada kartu merah yang diterima Sandi Sute.

Baca juga: PSM Vs Persija, Pelatih Macan Kemayoran Akui Kegagalan

"Kami paksa untuk mendapatkan gol kedua dan Persija mendapatkan kartu kuning kedua dan setelah itu kami mengontrol pertandingan," ujarnya.

"Kami memaksa menekan mereka secara sistematis untuk mendapatkan gol kedua tersebut dan kalian melihat bahwa sepanjang 90 menit tidak ada yang membahayakan kami."

Pelatih berusia 49 tahun ini pun tak mampu menyembunyikan kebahagiannya setelah mampu membawa gelar untuk PSM Makassar.

Itu artinya, dia mengakhiri penantian panjang PSM untuk merengkuh gelar pertama. Pasalnya, PSM tak pernah meraih trofi bergengsi selama 19 tahun.

Untuk itu, dia memuji para pemain, staf, serta dukungan para fans usai pertandingan final.

"Saya ingin memberikan pujian sebesar-besarnya kepada pemain saya, staf saya dan fans kami. Saya sangat senang menjadi bagian dari grup ini yang mengembalikan trofi ke kota Makassar setelah menunggu selama 19 tahun," pungkasnya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X