Evolusi Dani Alves, dari Bek Kanan Jadi Playmaker Timnas Brasil

Kompas.com - 05/07/2019, 06:30 WIB
Bek timnas Brasil, Dani Alves, berusaha merebut bola yang disundul pemain Venezuela, Darwin Machis, pada laga Copa America di Fonte Nova Arena, Salvador, Brasil, 18 Juni 2019. Raul ARBOLEDA / AFPBek timnas Brasil, Dani Alves, berusaha merebut bola yang disundul pemain Venezuela, Darwin Machis, pada laga Copa America di Fonte Nova Arena, Salvador, Brasil, 18 Juni 2019.

Dani Alves kini tak lagi bisa dibilang seorang bek.

"Posisi saya tak bisa lagi dibilang bek kanan, melainkan teman semua pemain," tuturnya sembari bercanda.

Ya, cara Dani Alves meliuk-liuk dengan melewati dua pemain Argentina dan ketenangannya melepas umpan di bawah tekanan menunjukkan betapa permainannya kini ibarat menjadi playmaker di Timnas Brasil.

Sepanjang Copa America 2019, Dani Alves melepas secara rata-rata 73,2 operan per laga. Jumlah itu adalah kedua terbanyak dari semua pemain di turnamen, hanya kalah dari rekan senegaranya, Arthur (80,3 persen), yang berposisi sebagai gelandang.

Dani Alves juga menuntaskan 2,8 dribel per laga, terbanyak ketiga di Timnas Brasil setelah dua penyerang, Everton (3,2) dan Gabriel Jesus (3).

Perubahan ini tak datang seketika. Dani Alves memang bertekad untuk tampil prima pada Copa America 2019 yang berlangsung di negaranya sendiri.

Baca Juga: Presiden Liga Spanyol Tolak Neymar ke Liga Spanyol, Alasannya Menyakitkan

"Daniel cerita kepada kami soal persiapannya untuk kembali ke timnas. Ia ingin bermain di Copa America 2019 dan meminta ke pelatih Paris Saint-Germain, Thomas Tuchel, untuk meningkatkan rezim latihannya agar ia bisa fit," tutur Cleber Xavier, asisten pelatih Timnas Brasil.

Dani Alves baru sembuh dari cederanya pada November 2018 tetapi ia melahap 32 penampilan di semua kompetisi bagi PSG. Dani Alves tampil dalam 11 laga terakhir PSG dan mencatatkan 3 gol dan 3 assist.

Dani Alves menjadi satu-satunya pemain sepanjang sejarah PSG yang telah bermain di semua posisi: Kiper, bek, gelandang, penyerang.

Musim lalu, pria kelahiran Bahia pada 6 Mei 1983 ini bermain sebagai gelandang menyusul cedera yang diterima Marco Verratti. Ia juga kerap turun sebagai penyerang kanan semasa di Paris.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X