River Plate Buka Stadionnya Guna Lindungi Tunawisma

Kompas.com - 04/07/2019, 11:00 WIB
Final Copa Libertadores leg kedua antara River Plate vs Boca Juniors yang seharusnya digelar di Stadion El Monumental, Buenos Aires pada 24 November terpaksa dipindah ke Stadion Santiago Bernabeu, Madrid pada 9 Desember. Marcelo EndelliFinal Copa Libertadores leg kedua antara River Plate vs Boca Juniors yang seharusnya digelar di Stadion El Monumental, Buenos Aires pada 24 November terpaksa dipindah ke Stadion Santiago Bernabeu, Madrid pada 9 Desember.

KOMPAS.com - Tak hanya di Indonesia, perubahan iklim juga terjadi di beberapa negara, salah satunya di Argentina.

Baru-baru ini, klub sepak bola Argentina, River Plate, membuka stadion kebanggaan mereka, Stadion El Monumental, guna memberikan perlindungan kepada para tunawisma yang kedinginan.

Dilansir dari Antara, suhu musim dingin memang mengalami penurunan yang signifikan di berbagai belahan negara di Amerika Selatan, dan Argentina salah satunya.

Baca juga: Copa America 2020, Kesempatan Messi Raih Gelar di Timnas Argentina

Ditambah, resesi ekonomi membuat kondisi kemiskinan negara berjulukan "Negeri Tango" itu semakin parah.

"Dari jam 6 sore, Rabu, di River Plate, sepanjang malam hingga Kamis pagi, mereka (tunawisma) akan mendapatkan selimut dan tempat berlindung," kata Juan Carr, penggagas komunitas Red Solidaria di akun Twitter.

Red Solidaria sendiri adalah komunitas yang membantu mengoordinasikan para tunawisma.

"Solidaritas terhadap orang-orang yang hidup di jalanan!" kata Juan Carr.

Kelompok relawan yang lain, Cold Zero, juga melakukan hal yang sama seperti Red Solidaria.

Baca juga: Penuh Drama, River Plate Juara Copa Libertadores di Santiago Bernabeu

Komunitas yang melakukan kampanye selama tujuh tahun membantu orang-orang di jalan Plaza de Mayo itu sedang memperjuangkan nasib tunawisma di sekitar Buenos Aires.

"River Plate dengan klub besarnya, membuka pintu stadionnya sehingga orang-orang tidak mati kedinginan. Ini sangat sederhana, tetapi begitu rumit. Orang akan malam dan tidur di satu tempat," kata salah satu anggota Cold Zero, Mart-N Giovio.

Badan Meteorologi Nasional Argentina telah memperingatkan adanya cuaca dingin dan suhu yang ekstrem selama beberapa hari ke depan.

Sebuah situasi yang menimbulkan kekhawatiran tentang meningkatnya angka kemiskinan di Argentina dan jumlah orang yang hidup di jalanan.

Menurut Red Solidaria, seorang laki-laki berusia 52 tahun ditemukan tewas beberapa hari yang lalu di kota Buenos Aires seusai menghabiskan malam di jalanan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X