Susy Susanti Harapkan Konsistensi Jonatan Christie dan Anthony Ginting

Kompas.com - 12/06/2019, 16:31 WIB
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie bersama Anthony Sinisuka Ginting saat upacara pengalungan medali final perseorangan putra bulutangkis Asian Games 2018, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018).
http://wow.tribunnews.comTunggal putra Indonesia, Jonatan Christie bersama Anthony Sinisuka Ginting saat upacara pengalungan medali final perseorangan putra bulutangkis Asian Games 2018, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018).

KOMPAS.com - Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, mengapresiasi pencapaian yang diraih dua pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting.

Jojo, sapaan akrab Jonatan, baru saja menjuarai turnamen level super 300, Australian Open 2019, yang berlangsung pekan lalu. Pada laga final, Jojo mengalahkan Anthony dengan skor rubber game 21-17, 13-21, 21-14.

Baca juga: Malaysia Fokus Cari Penerus Jejak Lee Chong Wei untuk Masa Depan

Bagi Susy, ini menjadi sinyal positif sektor tunggal putra. Ia pun berharap Jojo dan Anthony bisa konsisten dalam menorehkan hasil pada ajang berikutnya.

"Dengan segala kritik yang ada, Jonatan dan Anthony bisa menjawab kritik dengan kerja keras dan pembuktian. Ini bisa jadi titik balik buat mereka," kata Susy yang dikutip dari Badminton Indonesia.

"Mereka sebenarnya mampu, tinggal keyakinan dan keberanian, strategi, itu yang lebih dimatangkan lagi, sehingga prestasinya bisa lebih konsisten," ucap Susy melanjutkan.

Susy menyatakan bahwa PBSI bangga dengan prestasi Jojo dan Anthony pada Australian Open 2019, tetapi pencapaian itu dinilai jauh dari kata cukup.

Kedua pemain, kata Susy, masih perlu membuktikan diri pada level turnamen yang lebih tinggi seperti super 500, super 750 atau super 1000.

"Kami berharap mereka bisa lebih stabil di tingkat yang lebih tinggi. Kami berharap peak-nya mereka di Olimpiade," tutur Susy.

"Proses bakal berjalan, jam terbang, kematangan, keyakinan, memang ini yang harus dipoles terus, bagaimana mereka terus konsisten."

Grafik performa Jojo dalam beberapa turnamen memang belum konsisten. Sebelum menjuarai Australia Open 2019, Jojo juga berdiri di podium New Zealand Open 2019.

Baca juga: Bali United Incar Rp 350 Miliar dari Penjualan Saham, Inilah Kegunaannya

Namun, dalam kejuaraan Badminton Asia Championships 2019, Jojo tersingkir pada babak pertama.

Pada turnamen Malaysia Open 2019, Jonatan terhenti pada babak semifinal setelah dikalahkan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016, Chen Long.

Sepekan kemudian, pada babak perempat final Singapore Open 2019, Jonatan dihentikan Juara Dunia 2017 asal Denmark, Viktor Axelsen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X