Perangkat Ducati Legal, Dovizioso Tetap Sah Menangi GP Qatar

Kompas.com - 27/03/2019, 11:22 WIB
Pebalap Mission Winnow Ducati, Andrea Dovizioso, menjalani latihan bebas di Sirkuit Losail pada MotoGP Qatar, 9 Maret 2019. AFP/KARIM JAAFARPebalap Mission Winnow Ducati, Andrea Dovizioso, menjalani latihan bebas di Sirkuit Losail pada MotoGP Qatar, 9 Maret 2019.

KOMPAS.com - Federasi Balap Motor Internasional (FIM) memutuskan perangkat pada sayap belakang motor Ducati Desmosedici GP19 legal. Dengan demikian, pebalap Mission Winnow Ducati, Andrea Dovizioso tetap dinyatakan sah memenangi GP Qatar di Sirkuit Losail, 10 Maret.

Sebelumya, perangkat pada motor Ducati diprotes oleh empat pabrikan, yakni Honda, Suzuki, Aprilia dan KTM setelah kemenangan Dovizioso.

Keempatnya meyakini perangkat yang juga digunakan Danilo Petrucci dan Jack Miller itu memberikan manfaat aerodinamis. Sedangkan Ducati bersikukuh perangkat tersebut hanya berfungsi mendinginkan ban belakang.

Baca juga: Kasus Aerodinamika Ducati Diputuskan Awal Pekan Depan

Setelah protesnya ditolak, Honda, Suzuki, Aprilia dan KTM kemudian mengajukan banding. Sidang Pengadilan Banding FIM berlangsung di kantor pusat FIM di Mies, Swiss pada Jumat (22/3/2019).

Namun, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Selasa (26/3/2019) malam, FIM menyatakan bahwa perangkat tersebut legal dan penggunaannya tidak dapat diprotes pada balapan berikutnya.

Pernyataan itu berbunyi: "Setelah sidang di Mies pada hari Jumat, 22 Maret, Pengadilan Banding MotoGP menjatuhkan keputusan hari ini 26 Maret dan para pihak (empat pemohon, Ducati dan FIM) telah diberi tahu sebagaimana mestinya. Atas dasar ini, Pengadilan Banding MotoGP memutuskan bahwa:

Baca juga: Ducati Yakin Kemenangan Dovizioso di MotoGP Qatar Sah

- Banding yang diajukan oleh Tim Aprilia, Tim Suzuki, Tim Honda dan Tim KTM dapat diterima.

- Hasil balapan sementara dikonfirmasi dan dinyatakan sebagai final.

- Permintaan untuk menyatakan perangkat ilegal dan melarang penggunaannya dalam balapan berikutnya ditolak.

Pernyataan itu menambahkan bahwa keempat tim yang memprotes sekarang memiliki lima hari untuk mengajukan banding terhadap putusan FIM ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Motorsport
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X