Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 16/03/2019, 12:03 WIB

KOMPAS.com - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, tidak setuju kesuksesan timnya musim ini hanya diukur jika menjadi juara Liga Champions.

Menurut Guardiola, penilaian itu tidak adil karena hanya melihat bagian kecil dari perkembangan Man City.

"Saya sudah berbicara dengan para petinggi Man City. Mereka tahu dan mengapresiasi kinerja kami dalam dua musim terakhir. Itu yang paling penting," kata Guardiola dikutip dari situs web Sky Sports, Sabtu (16/03/2019).

"Namun, semua orang pasti menganggap kami gagal jika tidak juara Liga Champions. Semua orang pasti menilai itu bencana untuk kami. Saya tidak setuju. Tapi apa yang bisa saya katakan soal itu ?," ujar Guardiola menambahkan.

Baca juga: Drawing Liga Champions - Jadwal Neraka Liverpool dan Man City pada Bulan April

Lebih lanjut, Guardiola mengaku senang dengan tekanan untuk membawa Man City juara Liga Champions.

Menurutnya, tekanan itu menjadi gambaran bagaimana kualitas tim dan dirinya.

"Saya juga mendapat tekanan itu di Bayern Muenchen. Pengalaman saya di Muenchen tidak begitu bagus karena kami gagal ke final. Kami hanya bisa ke semifinal dan semua orang menilai itu sebagai sebuah kegagalan," kata Guardiola.

"Jadi, saya adalah orang yang beruntung karena tekanan itu. Standar saya untuk melatih sangat tinggi. Saya harus mencapai target itu," ujar pelatih asal Spanyol.

Selama karier kepelatihannya, Guardiola sudah dua kali juara Liga Champions. Hal itu dilakukan pada tahun 2009 dan 2011 bersama Barcelona.

Gelar Liga Champions 2009 mungkin menjadi yang spesial bagi Guardiola. Pasalnya, trofi Si Kuping Besar itu disandingkan dengan gelar Liga Spanyol dan Copa del Rey alias treble winners.

Baca juga: Daftar Kemenangan Terbesar di Liga Champions, Man City Masuk Rekor

Hebatnya, treble winners itu diraih di musim pertama Guardiola bersama Barcelona. Kesuksesan itu membuat cap salah satu terbaik dunia menempel di Guardiola.

Di musim ini, Man City sudah menapak babak perempat final Liga Champions dan akan berhadapan dengan sesama wakil Inggris, Tottenham Hotpsur.

Man City berpeluang besar mengulangi pencapaian musim 2015-2016 di mana melaju hingga babak semifinal. Dalam sejarahnya, melangkah ke babak semifinal pada 2015-2016 adalah prestasi terbaik Man City di Liga Champions.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Sky Sports
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+