Kompas.com - 04/10/2018, 10:39 WIB
Koreo keren bobotoh saat Persib menumbangkan Mitra Kukar pada pekan ketiga Liga 1 2018 di Stadion GBLA, Kota Bandung, 8 Maret 2018. ALVINO HANAFI/BOLASPORT.COMKoreo keren bobotoh saat Persib menumbangkan Mitra Kukar pada pekan ketiga Liga 1 2018 di Stadion GBLA, Kota Bandung, 8 Maret 2018.
Penulis Alsadad Rudi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Adik kandung Rangga Cipta Nugraha, Cakra Wibawa, kecewa terhadap PSSI yang menjatuhkan hukuman berat untuk Persib Bandung.

Ia menilai sanksi terkait insiden kekerasan dalam sepak bola seharusnya dapat diterapkan di semua klub tanpa tebang pilih.

Rangga adalah seorang bobotoh yang tewas dikeroyok di area Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) saat laga Persija melawan Persib pada Mei 2012.

"Masalah suporter, ada yang lebih keras dari Persib. Namun, kenapa Persib saja yang dipojokkan. Saya cukup kecewa atas sanksi tersebut," kata Cakra dikutip dari laman resmi Persib, Rabu (3/10/2018).

Baca juga: Petisi Persib Pindah ke Liga Thailand Didukung 6.000 Orang

Manajer Persib Umuh Muchtar berpendapat Komdis PSSI menerapkan standar ganda. Menurut dia, hukuman yang diterima Persib terlalu berat. Sebab, tak pernah ada tim di Indonesia yang pernah mendapat sanksi berat seperti itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Nah, ini yang saya jadi kaget, pas kejadian ini kalau Persib benar seperti ini, Jakarta (Persija) harus lebih berat karena korban lebih banyak dari Bandung (bobotoh). Mobil saya dihancurkan, dibakar, kaca hancur, tangan saya kena pecahan kaca," kata Umuh.

Konferensi pers yang digelar Tim Pencari Fakta PSSI di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (3/10/2018). Acara tersebut digelar untuk memberi tanggapan atas sanksi yang diberikan Komdis pada Persib Bandung.Kompas.com/Alsadad Rudi Konferensi pers yang digelar Tim Pencari Fakta PSSI di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (3/10/2018). Acara tersebut digelar untuk memberi tanggapan atas sanksi yang diberikan Komdis pada Persib Bandung.

Secara terpisah, Ketua Tim Pencari Fakta (TPF) PSSI, Gusti Randa, mengklaim sanksi untuk Persib bertujuan agar menjadi pelajaran bagi semua klub.

Gusti menyadari tak semua pihak menerima keputusan tersebut. Namun, dia mengatakan pihak yang keberatan bisa mengajukan banding.

Adapun mengenai kasus serupa yang pernah terjadi pada masa lalu, Gusti berharap hal tersebut bisa dijadikan pelajaran untuk pembenahan ke depannya.

"Apa akan dibuka lagi kasusnya? Kita lihat," ujar Gusti di Hotel Sultan, Jakarta.

Baca juga: INFOGRAFIK: Hukuman dan Sanksi Pasca-Kematian Haringga Sirla

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Sanksi Pasca-Kematian Haringga

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.