Kompas.com - 01/11/2017, 12:27 WIB
Gerakan striker Timnas U-22 Indonesia, Marinus Wanewar, yang diduga memprovokasi penjaga gawang Kamboja dalam laga terakhir penyisihan Grup B SEA Games 2017, Kamis (24/8/2017). YOUTUBEGerakan striker Timnas U-22 Indonesia, Marinus Wanewar, yang diduga memprovokasi penjaga gawang Kamboja dalam laga terakhir penyisihan Grup B SEA Games 2017, Kamis (24/8/2017).
EditorAloysius Gonsaga AE

KOMPAS.com - PSSI akan melakukan banding terkait hukuman denda ratusan juta yang dijatuhkan Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC. PSSI harus membayar denda uang sebesar Rp 224 juta karena insiden saat SEA Games 2017 di Malaysia.

Saat duel Indonesia U-22 versus Kamboja U-22 dalam laga penyisihan grup pada 24 Agustus lalu di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia, terjadi keributan. Dalam rilis terbaru, AFC mengatakan bahwa suporter Indonesia terbukti melakukan pelemparan ke lapangan. Ada sebanyak 50-60 botol minuman yang dilempar.

(Baca juga: Kualifikasi Piala Asia U-19 2018 - Malaysia Bungkam Timor Leste, Sebelum Indonesia Bertanding)

Disinyalir, suporter Indonesia terbawa emosi lantaran dalam pertandingan tersebut cukup banyak adu mulut antarpemain kedua tim. Bahkan, selepas pertandingan ada ofisial timnas U-22 Kamboja menilai penyerang timnas U-22 Indonesia, Marinus Wanewar, melakukan provokasi dengan memperlihatkan body language yang tidak semestinya.

"Kami akan evaluasi dengan terjadinya kasus tersebut," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destria.

Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, berbicara kepada media pada acara Press Conference AFF Award di Nusa Dua, Bali, 23 September 2017.YAN DAULAKA/BOLASPORT.COM Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, berbicara kepada media pada acara Press Conference AFF Award di Nusa Dua, Bali, 23 September 2017.

"Rencananya pekan ini kami akan evaluasi dengan AFC mengenai keputusan hukuman tersebut, karena PSSI juga diminta menjelaskan apa yang terjadi."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

AFC meminta PSSI untuk menjelaskan secara rinci sampai waktu yang ditentukan yakni 30 hari ke depan setelah keputusan itu dikeluarkan. AFC juga memberikan sebuah ancaman akan menjatuhkan hukuman lebih berat kepada PSSI andai hal-hal seperti itu terulang kembali.



Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Olimpiade Tokyo, Kevin Cordon dan Keberanian di Hadapan Viktor Axelsen

Olimpiade Tokyo, Kevin Cordon dan Keberanian di Hadapan Viktor Axelsen

Badminton
Prestasi Indonesia di Ajang Olimpiade

Prestasi Indonesia di Ajang Olimpiade

Sports
Olimpiade Tokyo 2020, Tim Renang AS Sabet Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Olimpiade Tokyo 2020, Tim Renang AS Sabet Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Sports
Final Olimpiade Tokyo, Greysia/Apriyani Kalah Pamor dari Wakil China, tetapi...

Final Olimpiade Tokyo, Greysia/Apriyani Kalah Pamor dari Wakil China, tetapi...

Badminton
Perjuangan Belum Usai, Anthony Ginting Ungkap Pentingnya Raih Perunggu

Perjuangan Belum Usai, Anthony Ginting Ungkap Pentingnya Raih Perunggu

Badminton
Terhenti di Semifinal, Anthony Ginting Fokus Raih Perunggu Olimpiade Tokyo

Terhenti di Semifinal, Anthony Ginting Fokus Raih Perunggu Olimpiade Tokyo

Badminton
Lama Permainan Bulu Tangkis

Lama Permainan Bulu Tangkis

Sports
Kalahkan Ginting, Chen Long ke Final dan Masuk Buku Sejarah Olimpiade

Kalahkan Ginting, Chen Long ke Final dan Masuk Buku Sejarah Olimpiade

Badminton
Hasil Semifinal Badminton Olimpiade Tokyo: Chen Long-Axelsen Final, Ginting Berburu Perunggu

Hasil Semifinal Badminton Olimpiade Tokyo: Chen Long-Axelsen Final, Ginting Berburu Perunggu

Badminton
Muamar Qadafi, Orang Indonesia yang Memburu Prestasi bersama Guatemala di Olimpiade Tokyo

Muamar Qadafi, Orang Indonesia yang Memburu Prestasi bersama Guatemala di Olimpiade Tokyo

Sports
Kenal Angkat Besi Sejak 8 Tahun, Rahmat Erwin Kini Punya Medali Olimpiade

Kenal Angkat Besi Sejak 8 Tahun, Rahmat Erwin Kini Punya Medali Olimpiade

Sports
Penggawa PS Sleman Lelang Koleksi Sepatunya di 'PSS for Humanity'

Penggawa PS Sleman Lelang Koleksi Sepatunya di "PSS for Humanity"

Liga Indonesia
Kata Chen Long Usai Menang atas Anthony Ginting dan Tembus Final Olimpiade Tokyo

Kata Chen Long Usai Menang atas Anthony Ginting dan Tembus Final Olimpiade Tokyo

Badminton
Profil Viktor Axelsen, Tunggal Putra Denmark Cetak Sejarah di Olimpiade

Profil Viktor Axelsen, Tunggal Putra Denmark Cetak Sejarah di Olimpiade

Sports
Badminton Olimpiade Tokyo 2020, Penyebab Anthony Ginting Kalah dari Chen Long

Badminton Olimpiade Tokyo 2020, Penyebab Anthony Ginting Kalah dari Chen Long

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads X