Intip Latihan Terakhir Lawan, Iwan Setiawan Enggan Disalahkan

Kompas.com - 04/09/2017, 03:58 WIB
Pelatih Borneo FC Iwan Setiawan (tengah) dan Wahyudi (kiri), sebelum pertandingan menghadapi Persegres Gresik United. KOMPAS.com / HamzahPelatih Borneo FC Iwan Setiawan (tengah) dan Wahyudi (kiri), sebelum pertandingan menghadapi Persegres Gresik United.
|
EditorJalu Wisnu Wirajati

GRESIK, KOMPAS.com – Pelatih Pusamania Borneo FC, Iwan Setiawan mengatakan bahwa dirinya enggan disalahkan karena sempat melihat latihan terakhir skuad Persegres Gresik United, sebelum kedua tim bentrok di Stadion Petrokimia, Gresik, Senin (4/9/2017) sore.

Iwan mengatakan tidak bersalah karena pada saat bersamaan diundang oleh Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan untuk menghadiri sesi jumpa pers. Kebetulan, lokasi jumpa pers sama dengan tempat skuad Persegres menggelar latihan terakhirnya, Minggu (3/9/2017) sore.

“Pertama, saya juga binggung, jumpa pers kok dibuat di stadion, ketika Persegres sedang latihan. Padahal, jujur saja, bila ditinjau dari sisi profesional, saya sebenarnya agak enggan duduk di situ. Karena ini berhubungan dengan taktik, tetapi semua orang membolehkan saya duduk,” ujar Iwan dalam sesi jumpa pers sebelum pertandingan.

“Jujur saja, dengan melihat Persegres latihan, banyak yang bisa saya amati mengenai rekomendasi permainan mereka. Menurut saya, ini tidak sehat, ini tidak fair. Kenapa saya dibolehkan di situ? Mestinya tidak dibolehkan. Namun, saya enggak tahu, panitianya membolehkan, bebas-bebas aja,” ucap dia.

Terlepas dari kondisi tersebut, Iwan memprediksi, pertandingan menghadapi Persegres besok sore bakal berlangsung ketat. Dia tak menganggap remeh Persegres yang saat ini masih menghuni dasar klasemen sementara.

“Pertandingan nanti saya kira takkan mudah. Sekarang opini yang berkembang, orang menganggap bahwa Persegres adalah tim lemah karena sebelumnya selalu kalah. Justru buat saya, itu menjadi permasalahan besar dan pekerjaan rumah untuk tim kami. Musuh terbesar adalah diri kami sendiri,” kata Iwan.

“Jadi bagaimana nanti tim bisa me-manage masalah mentality, bagaimana harus keep konsentrasi, keep fokus, untuk memulai satu peperangan yang menurut kami melawan diri sendiri,” tutur dia.

Dalam pertandingan nanti, Borneo FC tidak akan diperkuat oleh beberapa pemain pilarnya dengan berbagai alasan. Mulai dari Matheus Lopes, Flavio Beck Junior, Shane Smeltz, hingga Ponaryo Astaman, Diego Michael, Ricky Ohorella, dan Asri Akbar.

Abdul Rahman dan Lerby Eliandry masih akan dilihat kondisinya, seusai memperkuat Timnas Indonesia beruji coba kontra Fiji.

Namun hilangnya sejumlah pemain pilar tersebut, tidak ingin dijadikan hambatan oleh pemain muda Borneo FC Wahyudi. Menurut dia, para pemain muda seperti dirinya, sudah siap tampil all out bila memang diberikan kepercayaan oleh pelatih untuk bermain.

“Kami ke sini hanya mau meraih hasil lebih apa yang sudah didapat di Padang, yakni tiga poin,” kata Wahyudi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X