Kompas.com - 29/05/2017, 03:30 WIB
Penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, merayakan golnya seusai membobol gawang Sevilla pada pertandingan La Liga di Stadion Santiago Bernabeu, 14 Mei 2017. GERARD JULIEN / AFPPenyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, merayakan golnya seusai membobol gawang Sevilla pada pertandingan La Liga di Stadion Santiago Bernabeu, 14 Mei 2017.
|
EditorEris Eka Jaya

KOMPAS.com - Misi besar diusung megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo. Ia ingin membawa timnya mematahkan "kutukan" Liga Champions.

Real Madrid tinggal selangkah lagi dalam mempertahankan mahkota juara Eropa. Cristiano Ronaldo cs akan menantang Juventus dalam laga final di Cardiff pada 3 Juni 2017.

Sebuah kutukan pun harus dihadapi Madrid sebagai juara bertahan. Pasalnya, sejak Piala Champions berganti format menjadi Liga Champions pada 1992, tidak ada klub yang mampu jadi kampiun dua kali berturut-turut.

Ancaman kutukan tak membuat Ronaldo gentar. Penyerang berumur 32 tahun itu bertekad menjadikan Madrid sebagai tim pertama yang mempertahankan gelar juara di kompetisi paling elite antarklub Eropa.

"Setiap pemain di Madrid ingin membuat sejarah. Adalah sebuah kehormatan untuk menjadi tim pertama yang menjuarai dua edisi Liga Champions berturut-turut," ucap Ronaldo dilansir laman resmi UEFA.

Meski punya tekad kuat, Ronaldo sadar bahwa bukanlah tugas mudah untuk mempertahankan titel. Terlebih lagi, lawan Los Blancos adalah Juventus yang memiliki pertahanan sangat baik.

Dalam perjalanan menuju final, Juventus baru tiga kali kebobolan. Rinciannya adalah dua kali di fase grup dan sekali semifinal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami tahu pertandingan akan sangat sulit. Akan tetapi, kami adalah Madrid. Kami sadar memiliki peluang untuk menang," ujar Ronado.

CR7 sendiri sudah pernah mengalami kutukan Liga Champions. Bukan cuma sekali Ronaldo merasakannya, tetapi dua.

Momen pertama terjadi pada 2008-2009 atau saat Ronaldo masih membela Manchester United. Setan Merah, yang kala itu berstatus juara bertahan, gagal bikin sejarah setelah takluk dari Barcelona dalam laga final.

Pada 2013–2014, Madrid yang diperkuat Ronaldo terhenti di semifinal oleh Juventus. Los Blancos merupakan jawara pada edisi sebelumnya. (Ade Jayadireja)



Sumber JUARA
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.