Kenapa Irfan Bachdim Pilih Bali United?

Kompas.com - 12/01/2017, 13:01 WIB
Irfan Bachdim menjalani sesi wawancara di Hotel Alana, Solo, Senin (5/9/2016) siang. ESTU SANTOSO/JUARA.NETIrfan Bachdim menjalani sesi wawancara di Hotel Alana, Solo, Senin (5/9/2016) siang.
|
EditorAnju Christian

JAKARTA, KOMPAS.com - Irfan Bachdim akhirnya kembali bermain di Indonesia setelah memutuskan bergabung dengan Bali United. Penyerang keturunan Belanda tersebut akan membela Bali United selama satu tahun.

Keberhasilan Bali United mendapatkan Irfan membuat Arema FC dan Persib Bandung gigit jari. Sudah menjadi rahasia umum bahwa 2 klub tersebut getol menginginkan Irfan.

Lalu apa rahasia dari kesuksesan Bali United mendapatkan Irfan Bachdim?

"Yah kami offer dan dia terima. Mungkin salah satu sebabnya adalah Bali," kata CEO Bali United, Yabes Tanuri, kepada Kompas.com, Kamis (12/1/2017) siang.

 

A video posted by Bali United (@baliunitedfc) on Jan 11, 2017 at 8:44pm PST

Saat berbincang dengan Yabes pada sela-sela kongres PSSI di Bandung akhir pekan lalu, Kompas.com juga sempat menanyakan soal peluang Bali United mendapatkan Irfan Bachdim.

Yabes pun merespons bahwa pihaknya masih berusaha keras mendatangkan Irfan meskipun usaha tersebut cukup sulit.

Sementara kembalinya Irfan bermain di Indonesia sudah disampaikan penyerang timnas tersebut kepada Kompas, Rabu (11/1/2017) kemarin.

Irfan mengaku kangen bermain di Indonesia. Dia lalu menyebutkan syarat klub yang akan dibelanya. Klub itu harus memiliki misi juara dan bermaterikan pemain serta pelatih berkualitas.

Juara Penyelamatan-penyelamatan Terbaik Pekan Ke-19 Premier League

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X