Tony Sucipto Berharap Indonesia Tak Lagi Jadi Juara Tanpa Mahkota

Kompas.com - 13/12/2016, 20:38 WIB
Bek Persib Bandung Tony Sucipto saat ditemui di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani beberapa waktu lalu. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Kontributor Bandung, Dendi RamdhaniBek Persib Bandung Tony Sucipto saat ditemui di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani beberapa waktu lalu. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI
|
EditorAloysius Gonsaga AE

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemain Persib Bandung Tony Sucipto berharap timnas Indonesia bisa menorehkan tinta emas pada Piala AFF 2016. Dia ingin tim Garuda mengakhiri penantian menjadi juara event dua tahunan tersebut.

Indonesia sudah menembus final untuk bertemu sang juara bertahan, Thailand. Final pertama akan digelar Rabu (13/12/2016) di Stadion Pakansari, Cibinong, sebelum tandang ke Thailand pada 17 Desember.

Tony menginginkan Indonesia bisa meraih hasil positif kali ini. Harapan pria asal Surabaya itu tak berlebihan jika menelusuri sepak terjangnya bersama tim Garuda senior.

Tony pernah mencicipi gelaran Piala AFF 2010. Ketika itu, Indonesia yang ditangani Alfred Riedl nyaris menyabet gelar turnamen paling bergengsi antarnegara ASEAN tersebut.

Namun, harapan Indonesia hancur di tangan Malaysia. Superior pada babak penyisihan, Indonesia malah babak belur pada fase final.

Indonesia mengawali final pertama dengan kekalahan telak 0-3 di kandang Malaysia. Indonesia hanya sempat membalas dengan kemenangan 2-1 di Gelora Bung Karno, Jakarta, sehingga kalah dengan agregar 2-4.

"Ini juga akan jadi sejarah semoga saja bisa juara. Tahun 2010 Indoneisa itu seperti juara tanpa mahkota, di Malaysia kita kalah di Indonesia kita menang," ucap Tony saat ditemui di di Mes Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung, Selasa (13/12/2016).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mantan pemain Persijatim itu merasa rindu dengan atmosfer sepak bola pada 2010. Timnas Indonesia kala itu, kata Tony, mendapat dukungan sangat luar biasa dari masyarakat.

"Ya pastinya kenangannya gairah sepak bola Indonesia lagi naik saat itu," ujarnya.

Tony menilai, saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mengembalikan antusiasme masyarakat terhadap sepak bola.

"Kalau sekarang menuju ke sana lagi karena sempat kemarin PSSI kisruh sekarang dengan adanya timnas dan masuk final atmosfernya sudah kembali seperti dulu, hanya kalau bisa lebih (jadi juara)," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.