Kompas.com - 31/05/2015, 15:42 WIB
Pintu gerbang Kantor PSSI di Senayan, Jakarta, disegel dengan rantai besi oleh massa dari Pecinta Sepakbola Indonesia, Minggu (19/4/2015). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menjatuhkan sanksi administratif kepada PSSI yang isinya memutuskan pemerintah tidak mengakui seluruh kegiatan PSSI, termasuk hasil KLB di Surabaya yang memilih kepengurusan periode 2015-2019. KOMPAS / AGUS SUSANTOPintu gerbang Kantor PSSI di Senayan, Jakarta, disegel dengan rantai besi oleh massa dari Pecinta Sepakbola Indonesia, Minggu (19/4/2015). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menjatuhkan sanksi administratif kepada PSSI yang isinya memutuskan pemerintah tidak mengakui seluruh kegiatan PSSI, termasuk hasil KLB di Surabaya yang memilih kepengurusan periode 2015-2019.
Penulis Ary Wibowo
|
EditorAry Wibowo
JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Tim Transisi PSSI, Diaz Hendropriyono, menilai pemerintah harus bergerak cepat setelah FIFA resmi menjatuhkan sanksi terhadap Indonesia.

Pernyataan itu diungkapkannya setelah FIFA menjatuhkan sanksi untuk Indonesia, Sabtu (30/5/2015). FIFA mengeluarkan putusan tersebut setelah menggelar emergency meeting Komite Eksekutif di Zurich, Swiss.

"Setelah sanksi FIFA turun, pemerintah harus dengan cepat mengambil kesempatan untuk lebih aktif dalam memainkan perannya guna memajukan persepakbolaan nasional," kata Diaz di Jakarta, Minggu.

Diaz masuk ke dalam susunan Tim Transisi yang dibentuk Menpora Imam Nahrawi pada 8 Mei lalu. Tim tersebut mempunyai tugas mengambil alih kewenangan PSSI yang kini tengah dibekukan oleh pemerintah.

Namun, karena Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Senin (25/5/2015), mengeluarkan putusan sela yang menerima gugatan PSSI terhadap SK Menpora mengenai pembekuan PSSI, Tim Transisi dihentikan. Menurut Sesmenpora, Alfitra Salamm, tim tersebut akan kembali aktif karena FIFA sudah menjatuhkan sanksi.

"Beberapa pihak menganggap pembentukan Tim Transisi adalah sebuah intervensi dari pemerintah. Namun, apa yang dilakukan oleh pemerintah ini dinilai cukup tepat jika didasarkan prestasi sepak bola Indonesia saat ini. Peringkat FIFA bahkan terus turun," kata Diaz.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.