"Kasus Persipura Akan Jadi Bahan Tertawaan bagi Bangsa Lain"

Kompas.com - 24/05/2015, 21:17 WIB
AFC Cup Dok. AFCAFC Cup
|
EditorAloysius Gonsaga AE
JAYAPURA, KOMPAS.com — Manajer Persipura Jayapura Rudy Maswi menilai, kasus yang menimpa Persipura, yang gagal menggelar laga 16 besar Piala AFC, akan menjadi tertawaan bangsa lain dan menunjukkan kelemahan bangsa Indonesia. Pasalnya, Persipura, yang tampil pada Piala AFC untuk mewakili Indonesia, justru tak bisa menggelar event itu karena ulah pemerintah sendiri.

"Ini akan menjadi tertawaan bangsa lain. Persipura, yang membawa nama bangsa pada pentas sepak bola tingkat Asia, justru tercoreng oleh ulah bangsa sendiri yang sibuk saling sikut satu sama lain," ungkap Rudy di Stadion Mandala, Jayapura, Minggu (24/5/2015).

Seperti diberitakan sebelumnya, tim asal Malaysia, Pahang FA, menolak bertanding setelah empat pemain asing mereka tidak mendapat visa untuk bertanding pada laga 16 besar di Stadion Mandala, Jayapura, Selasa (26/5/2015). Keempat pemain yang tidak mendapat visa dari Dirjen Keimigrasian adalah Dickson Nwakaeme (Nigeria), Matias Ruben Conti (Argentina), Zesh Rehman (Pakistan), dan Domion Delano Stewart (Jamaika).

Menurut Rudy, Persipura sebagai klub sepak bola profesional selalu tunduk terhadap regulasi sepak bola di bawah PSSI dan FIFA. Namun, ia sangat menyayangkan jika Persipura, yang membawa nama bangsa di tingkat Asia, justru terganjal akibat kekisruhan antara PSSI dan Kemenpora.

Terlebih lagi, tambah Rudy, tim Persipura dalam kondisi baik dan dijagokan menjadi juara pada Piala AFC.

"Kami punya torehan baik dalam Piala AFC. Setelah menebus perempat final, tahun lalu kami masuk semifinal piala AFC. Tahun ini, tim kami lebih baik, dan sudah terbukti berhasil memenangkan 5 pertandingan dan sekali seri pada penyisihan," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X