Ternyata, Rekrutan Anyar Persija Doyan Pulang Kampung

Kompas.com - 26/01/2015, 16:15 WIB
Pesepakbola Martin vunk (kanan) dan Yevgeni Kabayav (kiri) bersama Ketua Umum Persija, Ferry Paulus berpose bersama saat tanda tangan kontrak di Sekretariat Persija, Senayan, Jakarta, Selasa (9/12/2014). Persija resmi merekrut dua pemain asing Yevgeni Kabayav asal Rusia dan Martin vunk asal Estonia. SUPER BALL/FERI SETIAWANPesepakbola Martin vunk (kanan) dan Yevgeni Kabayav (kiri) bersama Ketua Umum Persija, Ferry Paulus berpose bersama saat tanda tangan kontrak di Sekretariat Persija, Senayan, Jakarta, Selasa (9/12/2014). Persija resmi merekrut dua pemain asing Yevgeni Kabayav asal Rusia dan Martin vunk asal Estonia.
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Ternyata, rekrutan anyar Persija Jakarta, Martin Vunk doyan pulang kampung. Tapi, alasan pemain aktif tim nasional (timnas) Estonia itu sering mudik lantaran dirinya masih terus bermain untuk Estonia pada laga-laga internasional kualifikasi Piala Eropa 2016, tulis laman Tribunnews.com pada Senin (26/1/2015).

Sepanjang 2015 Estonia tercatat akan bertanding sebanyak tujuh kali. Di pentas Kualifikasi Piala Eropa 2016, Estonia akan menjajal Swiss (28/3/2015) dan (13/10/2015), San Marino (14/6/2015), Lithuania (5/9/2015), Slovenia (9/9/2015), serta Inggris (10/10/2015). Di sisi lain Estonia akan sekali melakoni agenda persahabatan melawan Eslandia pada (31/3/2015).

Konsekuensinya, sepanjang 2015, Tim Macan Kemayoran harus rela melepas kepergian sang gelandang jangkar membela timnas  Estonia, baik dalam laga persahabatan atau Kualifikasi Piala Eropa tersebut. Kewajiban melepas Martin Vunk untuk mudik ke Eropa tercantum dalam draf kontrak.

"Dari awal Vunk sudah memberi tahu soal kewajiban untuk memenuhi panggilan timnas Estonia. Kami mau tak mau harus bisa dengan lapang dada melepasnya, apalagi jika pertandingan yang dimainkan bersifat resmi," kata pelatih Persija Jakarta Rahmad Darmawan.

Minimal untuk satu kali pertandingan Martin Vunk meninggalkan Persija Jakarta selama seminggu. Jika saat itu kompetisi Liga Super Indonesia berjalan, Persija minimal bermain tanpa Vunk sebanyak dua kali.

"Saya akan menyiapkan pelapis untuk menutupi kepergian sang pemain. Intinya apapun situasinya keseimbangan tim tidak boleh goyang. Persija harus juga membiasakan diri bermain tanpa Vunk," kata Rahmad Darmawan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X