Qatar Bebaskan Pengkritik Piala Dunia 2022

Kompas.com - 09/09/2014, 20:42 WIB
Dia merasa telah tertukar dan menyebutkan jumlah kematian dalam proses konstruksi di Qatar selama 2012 hingga 2013 dengan jumlah kematian pekerja konstruksi di proyek Stadion Al Wakrah karya Hadid. www.archdaily.comDia merasa telah tertukar dan menyebutkan jumlah kematian dalam proses konstruksi di Qatar selama 2012 hingga 2013 dengan jumlah kematian pekerja konstruksi di proyek Stadion Al Wakrah karya Hadid.
EditorJosephus Primus
KOMPAS.com - Saat ini, dua peneliti asal Inggris Krishna Upadhyaya dan Ghimire Gundev bisa bernapas lega. Pasalnya, tulis AP  pada Selasa (9/9/2014), otoritas Qatar membebaskan mereka berdua dari tahanan.

Asal tahu saja, kedua peneliti itu bekerja untuk organisasi Jaringan Golbal untuk HAM dan Pembangunan (GNRD) yang berbasis di Norwegia. Kepolisian Doha, ibu kota Qatar, mencokok keduanya pada 31 Agustus 2014. "Kami bisa melakukan konfirmasi keduanya sudah dibebaskan," kata  juru bicara Kedutaan Besar Inggris di Qatar yang tak ingin namanya disebutkan.

Sementara itu, otoritas Qatar mengatakan kedua peneliti itu ditangkap gara-gara dianggap melanggar peraturan di Qatar. Kuat dugaan, alasan tersebut adalah lantaran riset keduanya ihwal buruh migran di Qatar.

Saat ini, para buruh migran itu kebanyakan bekerja pada proyek-proyek infrastruktur Piala Dunia 2022. "Pemerintah Qatar tak memberi perhatian penuh pada kesejahteraan para pekerja itu," kritik keduanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X