Kompas.com - 20/08/2014, 16:52 WIB
Arema Cronus saat melawan Persik Kediri, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Kamis (6/2/2014) malam, dalam kompetisi ISL 2014. KOMPAS.com/Yatimul AinunArema Cronus saat melawan Persik Kediri, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Kamis (6/2/2014) malam, dalam kompetisi ISL 2014.
|
EditorCaroline Damanik

KEDIRI, KOMPAS.com — Pertandingan antara Persik Kediri dan Arema Cronus dalam laga ISL yang sedianya digelar di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, 27 Agustus mendatang, tidak mendapat izin dari kepolisian setempat. Oleh karena itu, laga akan dipindahkan ke Stadion Gajayana, Malang.

Ketua Panitia Pelaksana Persik Kediri, Triyono Kutut, mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi antara manajemen Persik, panitia pelaksana (panpel), dan pihak otoritas keamanan di Kediri digelar beberapa kali.

Beberapa opsi sempat mengemuka, tetapi tetap kandas. Di antaranya opsi tetap digelarnya pertandingan di Kediri, tetapi tanpa penonton; atau dengan penonton, tetapi pengumuman bahwa pertandingan dibuka untuk umum hanya dapat dilakukan 2 jam sebelum pertandingan dimulai.

Triyono menambahkan, ada juga opsi ketiga, yaitu pertandingan terselenggara di Kediri, tetapi harus ada jaminan keamanan dari tiap-tiap manajemen dan panpel pertandingan.

"Namun, tidakada yang bisa (jamin) karena kalangan masyarakat Kediri masih belum bisa menerima sepenuhnya," kata Triyono, Rabu (20/8/2014).

Triyono mengaku, tidak turunnya izin ini tak terlepas dari faktor keamanan, mengingat sejarah buruk hubungan antara suporter Persik Kediri dan suporter Arema. Dia merujuk pada kerusuhan yang pernah terjadi di antara kedua suporter beberapa tahun silam di Kediri.

Selain itu, dia mengatakan bahwa kondisi perpolitikan nasional saat ini juga cukup berpengaruh terkait adanya sengketa pemilu. Hal ini pula yang membuat beberapa kota, yang sempat menjadi pilihan tempat pelaksanaan laga, tidak bisa mengakomodasi pertandingan itu.

"Kami sudah kontak Madiun, Yogyakarta, ataupun Solo, tetapi tetap enggak bisa mengizinkan," imbuhnya.

Sebagai solusi, Stadion Gayana, Malang, dipilih karena relatif netral dan sudah dikomunikasikan dengan pihak penyelenggara.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.