Kompas.com - 18/07/2014, 08:30 WIB
Penjaga gawang Jerman, Manuel Neuer (kiri) dan penyerang sekaligus kapten Argentina, Lionel Messi (kanan), memegang trofi mereka yang diserahkan setelah laga final Piala Dunia 2014 di Maracana Stadium di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (13/7/2014). Jerman menjadi juara setelah menang 1-0 atas Argentina. Neuer jadi kiper terbaik turnamen ini sehingga mendapat trofi 'Golden Glove' dan Messi pemain terbaik sehingga meraih 'Golden Ball'. AFP/JUAN MABROMATAPenjaga gawang Jerman, Manuel Neuer (kiri) dan penyerang sekaligus kapten Argentina, Lionel Messi (kanan), memegang trofi mereka yang diserahkan setelah laga final Piala Dunia 2014 di Maracana Stadium di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (13/7/2014). Jerman menjadi juara setelah menang 1-0 atas Argentina. Neuer jadi kiper terbaik turnamen ini sehingga mendapat trofi 'Golden Glove' dan Messi pemain terbaik sehingga meraih 'Golden Ball'.
|
EditorTjatur Wiharyo
KOMPAS.com - Salah satu tim pakar FIFA (Technical Study Group FIFA), Gerard Houllier, mengungkapkan alasan timnya memilih Lionel Messi sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2014.

Ditahbiskannya Messi sebagai pemain terbaik mengundang kritik dari sejumlah kalangan termasuk Presiden FIFA, Sepp Blatter, dan Diego Maradona. Blatter mengaku terkejut Messi dipilih menjadi pemain terbaik. Sementara Maradona menganggap keputusan FIFA ini berdasarkan kepentingan marketing.
 
Messi dianggap tak layak menjadi pemain terbaik karena penampilannya menurun setelah babak penyisihan dan gagal membawa Argentina menjadi juara. Namun, Houllier menilai tak ada yang salah dengan keputusan timnya memilih Messi. Sebab, menurutnya, Messi mampu menjadi pemain paling penting dalam timnya.

"Saya memahami keputusan memberi penghargaan pemain terbaik di Piala Dunia itu mengejutkan karena setiap orang hanya mengingat penampilan Lionel Messi pada babak kedua pertandingan final. Kami melihat semua pertandingan dan memutuskan bahwa dia pemain paling penting di timnya. Dia membawa tim ke final, yang mana itu salah satu kondisi yang memengaruhi pemberian trofi tersebut," jelas Houllier.

"Lebih dari itu, Messi merupakan sosok yang tidak hanya sekadar menentukan langkah tim pada empat pertandingan pertama. Dia mampu mengeksekusi penaltinya dengan baik pada pertandingan semifinal melawan Belanda. Analisa kami juga memperhitungkan fakta bahwa dia seorang kapten dari sebuah tim yang solid. Sebuah tim yang bermain bagus secara bersama-sama. Sudah lama kita tidak lihat Argentina seperti itu.  Dia lebih dari sekadar pemain kunci di skuadnya dan itu sudah dibentuk sedemikian rupa. Bagi saya, dia sangat pantas meraih golden ball karena dia membawa timnya ke final," sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Houllier menjelaskan kenapa Arjen Robben, James Rodriguez, Neymar, dan Thomas Mueller, tidak terpilih. "Robben memang menarik dan sangat bagus. Namun, dia tidak begitu banyak memengaruhi tim. Dia tidak mencetak gol, baik di semifinal ataupun di perempat final. Meski mendapat penalti saat melawan Meksiko, ia kurang memberi pengaruh pada permainan timnya," ulasnya.

"James Rodriguez tersingkir lebih cepat, sama halnya dengan Neymar atau pemain kunci lainnya dalam performa tim La Albiceleste. Angel Di Maria. Di Maria mungkin menjadi pesaing paling serius yang meraih penghargaan tersebut. Dia sempurna, dan sangat kreatif.  Ada persaingan antara Mueller dan Messi. Namun, saya ulangi, kami melihat penampilan pemain pada semua tujuh pertandingan. Laga final diperhitungkan, tapi hanya di level yang sama pada pertandingan-pertandingan lainnya,"

"Melihat seluruh turnamen Piala Dunia, komisi sepakat bahwa Lionel Messi meraih trofi pemain terbaik. Aku berpikir opini publik tampak dibiaskan oleh strategi antiMessi dari tim-tim lawan yang menyulitkan dirinya. Meski begitu, ia hampir selalu bisa mengatasi semua masalah yang menerpa dirinya. Namun, setiap orang berhak atas pandangan mereka masing-masing," bebernya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klasemen Copa America 2021, Argentina dan Brasil Kompak di Puncak

Klasemen Copa America 2021, Argentina dan Brasil Kompak di Puncak

Internasional
Lihat Siaran Ulang Laga Inggris Vs Skotlandia di Mola Melalui Kompas.com

Lihat Siaran Ulang Laga Inggris Vs Skotlandia di Mola Melalui Kompas.com

Internasional
Profil Billy Gilmour, Bakat Muda Skotlandia yang Mencuat di Euro 2020

Profil Billy Gilmour, Bakat Muda Skotlandia yang Mencuat di Euro 2020

Sports
Hasil Copa America Argentina Vs Uruguay, Lionel Messi dkk Pecah Telur

Hasil Copa America Argentina Vs Uruguay, Lionel Messi dkk Pecah Telur

Internasional
Ben Brereton, dari Inggris untuk Timnas Chile

Ben Brereton, dari Inggris untuk Timnas Chile

Sports
Jadwal Euro 2020 Hari Ini, Big Match Portugal Vs Jerman

Jadwal Euro 2020 Hari Ini, Big Match Portugal Vs Jerman

Internasional
Ragam Pelanggaran dalam Servis Bulu Tangkis

Ragam Pelanggaran dalam Servis Bulu Tangkis

Sports
Babak I Argentina Vs Uruguay - Messi Cetak Assist, La Albiceleste Unggul

Babak I Argentina Vs Uruguay - Messi Cetak Assist, La Albiceleste Unggul

Internasional
Kenapa Sepak Takraw Disebut Perpaduan Sepak Bola, Voli, dan Bulu Tangkis?

Kenapa Sepak Takraw Disebut Perpaduan Sepak Bola, Voli, dan Bulu Tangkis?

Sports
Inggris Vs Skotlandia, Alasan Southgate Tarik Keluar Harry Kane

Inggris Vs Skotlandia, Alasan Southgate Tarik Keluar Harry Kane

Internasional
Permutasi Lolos di Grup D Euro 2020: Jika Selip, Inggris Masih Bisa Peringkat Ketiga

Permutasi Lolos di Grup D Euro 2020: Jika Selip, Inggris Masih Bisa Peringkat Ketiga

Internasional
Hongaria Vs Perancis: Ayam Jantan Cemaskan Puskas Arena yang Berisik

Hongaria Vs Perancis: Ayam Jantan Cemaskan Puskas Arena yang Berisik

Internasional
Mulai Pimpin Latihan Persija, Angelo Alessio Ungkap Sebuah Komitmen

Mulai Pimpin Latihan Persija, Angelo Alessio Ungkap Sebuah Komitmen

Liga Indonesia
Harry Kane Soal Ditarik Keluar pada Laga Inggris Vs Skotlandia: Begitulah Adanya...

Harry Kane Soal Ditarik Keluar pada Laga Inggris Vs Skotlandia: Begitulah Adanya...

Internasional
Hasil Lengkap Euro 2020 - Inggris Tertahan, Swedia Petik 3 Poin

Hasil Lengkap Euro 2020 - Inggris Tertahan, Swedia Petik 3 Poin

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X