Demi Sepatu Bola Yabes, Sang Ibu Relakan Uang Pensiunan Mendiang Suami

Kompas.com - 29/10/2013, 21:00 WIB
Pemain Indonesia, Yabes Roni Malaifani (kanan) dan Evan Dimas berselebrasi usai membobol gawang Filipina pada pertandingan kualifikasi Grup G Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (10/10/2013). Indonesia unggul 2-0. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOPemain Indonesia, Yabes Roni Malaifani (kanan) dan Evan Dimas berselebrasi usai membobol gawang Filipina pada pertandingan kualifikasi Grup G Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (10/10/2013). Indonesia unggul 2-0.
|
EditorAloysius Gonsaga AE
ALOR, Kompas.com — Yabes Roni Malaifani beruntung memiliki ibu yang gigih membesarkannya hingga menjadi pesepak bola nasional. Meski serba kekurangan, sang ibu terus berusaha agar Yabes bisa menjadi "orang".

Semenjak ayahnya meninggal, ibu Yabes, Sepriana Ananda Malaifani-Fanpula, harus banting tulang menafkahi tiga anaknya, yakni Orpa Malaifani, Yabe,s dan Erit. Betapa tidak, bapaknya yang meninggal dunia ketika Yabes berusia empat tahun hanya meninggalkan uang pensiun per bulan sebesar Rp 200.000.

Untuk mencukupi kebutuhan tiga anaknya, selain mengandalkan gaji pensiunan suaminya, Sepriana rajin berkebun. Hasil kebun itu hanya cukup untuk memberi makan tiga anaknya. Kondisi kesulitan ekonomi makin terasa saat Yabes yang sudah tergila-gila sepak bola meminta sepatu bola kepada mamanya. Sepriana yang kasihan melihat Yabes, akhirnya membelikan sepatu bola meski harus mengorbankan gaji pensiuanan almarhum bapaknya.

"Saat SD kelas empat dia meminta sepatu bola. Makanya saya berusaha bagaimana membelikan sepatu bola kaki. Ketika saya terima gaji pensiun suami saya sebesar Rp 200.000 saya belikan sepatu sepak bola untuk Yabes. Semestinya uang itu untuk membeli beras buat kebutuhan sehari-hari. Saat pulang membeli sepatu saya sampaikan kepada Yabes untuk mau makan apa saja dengan masakannya. Yabes pun menerima dan makan masakannya berupa jagung, ubi dan pisang. Bahkan terkadang tetangga kasih jagung bubuk untuk saya buat bubur bagi Yabes," papar Sepriana.

Meski hidup serba kekurangan uang, Sepriana terus berupaya membiayai sekolah Yabes. Cita-cita Yabes yang ingin menjadi pesepak bola besar mendorong Sepriana terus gigih berjuang membesarkan Yabes. Buah kerja keras sang ibu mulai memperlihatkan hasil.

Nama Yabes melejit sejak dipercaya sebagai pemain Timnas Indonesia U-19 di kualifikasi Piala Asia yang digelar di Jakarta awal Oktober lalu. Pemain asal Alor, Nusa Tenggara Timur, ini pun menjelma menjadi bintang baru.
 
"Saya katakan kepada Yabes, cita-citamu memang tinggi. Saya bilang biar mama makan sayur, kamu yang makan ubi dan pisang. Saya utamakan pendidikan Yabes. Dan, saat ini kami merasakan berkat luar biasa  dari Tuhan lantaran keluhan dan penderitaan keluarga kami sudah dijawab. Yabes menjadi besar," tutur Sepriana.

Kepada Yabes, Sepriana berharap meski sudah populer agar selalu berbuat baik kepada semua orang. (Muhlis Al Alawi)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X