Kompas.com - 01/07/2013, 21:16 WIB
Striker Spanyol, Fernando Torres (tengah), diapiti dua striker Brasil, Neymar (kanan) dan Fred, ketika penyerahan hadiah Sepatu Emas. Mereka menjadi top skor Piala Konfederasi. AFP/VANDERLEI ALMEIDAStriker Spanyol, Fernando Torres (tengah), diapiti dua striker Brasil, Neymar (kanan) dan Fred, ketika penyerahan hadiah Sepatu Emas. Mereka menjadi top skor Piala Konfederasi.
|
EditorAloysius Gonsaga AE
MADRID, Kompas.com - Spanyol baru saja menghadapi kenyataan pahit setelah digasak tuan rumah Brasil 0-3 di final Piala Konfederasi, Minggu (30/6/2013). Meskipun demikian, para jugador El Matador tak mau larut dalam kesedihan, karena mereka bertekad kembali ke Brasil tahun depan dengan misi menjadi juara Piala Dunia.

Hal itu ditegaskan striker Fernando Torres, yang dinobatkan sebagai top skor turnamen tersebut (bersama dengan dua striker Brasil, Neymar dan Fred). Menurut pemain dengan Chelsea tersebut, La Furia Roja siap mengukir sejarah untuk mempertahankan trofi paling bergengsi itu.

Dalam partai final di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, penampilan Spanyol sangat buruk. Kegagalan mereka diwarnai oleh kegagalan Sergio Ramos mengeksekusi penalti pada babak kedua, serta kartu merah yang diterima bek Gerard Pique saat laga tersisa 20 menit, karena menjatuhkan rekan barunya di Barcelona, Neymar.

Kekalahan tersebut mengakhiri rekor 29 laga tak terkalahkan Spanyol di pertandingan kompetitif. Kekalahan terakhir juara dunia dan juara Eropa itu terjadi saat ditaklukkan Swiss 0-1 di laga perdana Piala Dunia 2010.

Namun di sisi lain, menurut Torres, kekalahan ini menegaskan bahwa "anda tidak bisa menang sepanjang waktu".

"Semua orang berpikir Spanyol akan menang di setiap pertandingan dan mencapai setiap final, tetapi hal tersebut tak semudah itu," tegas Torres, kepada FIFA.com.

"Tim ini tak perlu alarm untuk membangunkannya, tidak juga perlu sebuah kekalahan untuk mempertahankan motivasi kami," tambah mantan pemain Liverpool dan Atletico Madrid tersebut.

"Jika ada sesuatu hal positif yang bisa diambil dari laga tersebut, adalah: kami semua tahu, bahwa tidak akan mudah mengalahkan Brasil di tanah mereka. Tahun depan kami akan kembali ke sini sebagai juara dunia untuk mempertahankan milik kami."



Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X