Kompas.com - 29/06/2013, 02:04 WIB
Para pemain Spanyol bereaksi kegirangan setelah Jesus Navas sukses menyarangkan bola ke gawang Italia dalam adu penalti di semifinal Piala Konfederasi 2013, Kamis atau Jumat (28/6/2013) dini hari WIB. Gol itu memastikan Spanyol menang 7-6 dalam adu penalti dan mengantar mereka ke babak final, melawan Brasil. AFP/YURI CORTEZPara pemain Spanyol bereaksi kegirangan setelah Jesus Navas sukses menyarangkan bola ke gawang Italia dalam adu penalti di semifinal Piala Konfederasi 2013, Kamis atau Jumat (28/6/2013) dini hari WIB. Gol itu memastikan Spanyol menang 7-6 dalam adu penalti dan mengantar mereka ke babak final, melawan Brasil.
|
EditorAloysius Gonsaga AE
KOMPAS.com — Carlos Alberto Parreira menegaskan bahwa timnya tak perlu mengubah taktik ketika melawan Spanyol di final Piala Konfederasi, Minggu (30/6/2013). Direktur teknik timnas Brasil ini mengatakan, kini saatnya mereka mengakhiri era El Matador.

Brasil dan Spanyol akan bertarung di partai puncak Piala Konfederasi. Spanyol menjadi favorit juara di event tersebut, yang belum pernah mereka menangi; sedangkan Brasil juga sangat diperhitungkan lantaran bermain di depan publik sendiri, di samping Selecao pun mengincar sejarah sebagai tim pertama yang mencetak hattrick Piala Konfederasi.

Menjelang pertemuan ini, Parreira menyuntikkan semangat bagi tim besutan Luiz Felipe Scolari tersebut. Mantan pelatih Selecao ini menyatakan bahwa Brasil punya kesempatan untuk menghentikan dominasi Spanyol.

"Sekarang saatnya untuk mengakhiri era Spanyol," ujar Parreira, Jumat (28/6/2013). "Saya sudah berbicara dengan Scolari dan staf pelatih bahwa bukan waktunya mengubah taktik.

"Kami harus menjaga jalur yang sudah kami ambil sejauh ini. Brasil bermain di rumah dan harus mempertahankan inisiatif dalam pertandingan."

"Ini adalah pertandingan yang ditunggu semua orang, meskipun fans tak memilih lawan ini di final. Tetapi sekarang, Spanyol, sambutlah. Brasil sedang dalam momen yang bagus, mereka penuh percaya diri dan hal itu bisa dilihat dengan mudah."

"Scolari telah melakukan pekerjaan yang hebat pada bulan lalu. Kami telah bermain melawan lima juara dunia dan tak kalah sekali pun. Kami menatap ke depan dan sadar bahwa kami akan bermain sangat bagus."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Parreira pun berbicara tentang pertandingan antara Spanyol dan Italia di semifinal, yang harus diakhiri dengan drama adu penalti. Menurutnya, Italia telah memperlihatkan permainan yang menjanjikan, yang membuat Spanyol sangat kesulitan, terutama di babak pertama. Itulah yang membuat dia yakin, kemungkinan untuk mengalahkan Spanyol sangat terbuka lebar.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.