Kompas.com - 28/03/2013, 10:16 WIB
EditorTjatur Wiharyo

SANTIAGO DE CHILE, KOMPAS.com - FIFA belum menghukum Luis Suarez. Pasalnya, FIFA  masih menunggu laporan pertandingan lanjutan Pra-Piala Dunia Zona Amerika Selatan antara Uruguay kontra Cile, Selasa (26/3/2013), terkait dugaan pemukulan yang dilakukan Suarez terhadap bek Cile, Gonzalo Jara, pada pertandingan tersebut.

Insiden pemukulan itu terjadi pada menit ke-33, ketika Uruguay mendapatkan tendangan sudut. Sebelum tendangan pojok itu dieksekusi, Suarez terlihat berebut posisi dengan Jara.

Sesaat sebelum tendangan pojok itu dieksekusi, Suarez terlihat melayangkan tangan kanannya ke arah wajah bek asal Nottingham Forest tersebut. Insiden itu terekam kamera televisi.

Kejadian itu memang luput dari pandangan wasit, Nestor Pitana, karena berlangsung sangat cepat.

"Kami sedang mengumpulkan semua laporan pascapertandingan. Wasit memiliki waktu 24 jam untuk membuat laporan tersebut. Berdasarkan laporan, FIFA kemudian akan melakukan tindakan," jelas juru bicara FIFA seperti yang dilansir dari Daily Mail.

Jika terbukti bersalah, penyerang Liverpool tersebut kemungkinan besar dilarang memperkuat Uruguay dalam pertandingan kualifikasi selanjutnya melawan Venezuela pada Juni mendatang. (DM)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.