Bepe: Adu Timnas Bukan Solusi Cerdas!

Kompas.com - 07/10/2012, 16:21 WIB
EditorHery Prasetyo

Hati
Melihat sejumlah fakta yang terpampang jelas di depan mata publik sepak bola, pertanyaan besar harus disematkan kepada para pengurus sepak bola Indonesia. Sebanyak 240 juta masyarakat Indonesia pasti sadar bahwa dari Sabang sampai Merauke tersimpan banyak talenta emas sepak bola yang bisa menghadirkan prestasi bagi bangsa.

Akan tetapi, hingga saat ini, tak ada tindakan yang jelas dari sejumlah pengurus sepak bola untuk persoalan krusial ini. Jika berbicara soal jabatan dan kursi, barulah mereka lantang berbicara. Penyelesaian sejumlah masalah sepak bola negeri ini pun lebih mirip langkah yang diambil seorang politisi dibandingkan dengan pamong olahraga sejati.

"Saat para pemain sebangsa dan senegara saling cabik di lapangan, bagai ayam aduan, bapak-bapak di atas tribun VVIP tersebut akan menyaksikan pertandingan sambil harap-harap cemas menunggu siapa yang akhirnya tersungkur. Setelah itu, mereka yang akan membusungkan dada dan bertepuk tangan dengan puas," ujar Bepe.

Padahal, banyak contoh dari sejarah masa lalu yang dapat dijadikan pelajaran bagi sejumlah pengurus sepak bola Indonesia. Lihat saja, memori kegemilangan prestasi Indonesia dahulu kala yang membuat Indonesia disegani di kancah sepak bola Asia ataupun dunia. Belum lagi dengan julukan "Macan Asia" yang kini hanya tinggal kenangan semata.

Kepekaan sebagai warga negara yang ingin timnasnya berprestasi tampaknya harus ditanamkan kepada sejumlah pengurus PSSI ataupun KPSI. Sejumlah pengurus yang bertikai itu baiknya mengilhami pernyataan Presiden ke-35  Amerika Serikat, John Fitzgerald Kennedy, "Jangan bertanya apa yang negara berikan kepadamu, tapi bertanyalah apa yang bisa kau berikan untuk negaramu."

Pun halnya dengan Bepe yang mengutip pernyataan Abraham Lincoln, "Sebuah bangsa yang terpecah dari dalam, tidak akan pernah tegak berdiri."

Jika kita adalah bangsa besar, rasanya pantas pernyataan itu dijadikan renungan sejumlah pengurus sepak bola. Kerendahan hati dan jiwa kepahlawanan dari keduanya sangat dinantikan. Jangan sampai perpecahan mengorbankan mimpi anak negeri untuk mencari secercah prestasi bagi Ibu Pertiwi.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X