Tiga Kali Tolak Timnas, Pemain Kena Sanksi

Kompas.com - 01/10/2012, 20:36 WIB
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PSSI Halim Mahfudz menegaskan, PSSI tak segan-segan memberikan sanksi kepada para pemain yang menolak panggilan tim nasional Indonesia. Tindakan tegas akan dilakukan PSSI jika ada pemain yang menolak panggilan timnas sebanyak tiga kali.

"Timnas tetap di bawah naungan PSSI, bukan Joint Committee. Jadi, para pemain harusnya mau main di timnas. Jika pada pemanggilan pertama dan kedua ada pemain yang menolak, akan diberi peringatan. Tiga kali menolak, pemain akan kami beri sanksi. Hal itu juga berlaku untuk klub yang menghalangi pemain untuk ke timnas," ujar Halim di Kantor PT Ligra Prima Indonesia Sportindo, Senin (1/10/2012).

Menurut Halim, PSSI telah mengirimkan surat resmi kepada lima pihak tentang pemanggilan pemain ke timnas, yakni klub, pemain, Joint Committee (JC), FIFA, dan AFC. "Ya, kami juga mengirim surat pemanggilan pemain ke FIFA dan AFC. Kami ingin, FIFA dan AFC mengetahui hal ini sejak awal. Jadi, tak ada kesalahpahaman nantinya jika ada proses pemberian sanksi kepada pemain yang menolak panggilan timnas," katanya.

Pelatih timnas Nil Maizar telah menetapkan 31 pemain untuk seleksi timnas sebagai persiapan turnamen Piala AFF 2012. Pemain-pemain itu berasal dari klub-klub yang berkompetisi di Indonesian Premier League (IPL) maupun Indonesia Super League (ISL). Mereka diharapkan sudah berkumpul pada 4 Oktober 2012. Penggabungan pemain dari kedua kubu itu merupakan langkah lanjut peleburan timnas versi PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). PSSI memiliki kewenangan penuh untuk mengelola timnas gabungan tersebut.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X