Jumat, 24 Maret 2017

Bola / Liga Champions

Eksekutor Penalti Monaco Lebih Baik daripada Messi dan Ronaldo

FRANCK PENNANT/AFP Gelandang bertahan AS Monaco, Fabinho, mencetak gol penalti ke gawang Guingamp pada partai lanjutan Ligue 1 di Stade Louis II, 12 Agustus 2016.

KOMPAS.com - Gelandang AS Monaco, Fabinho, memiliki rapor sempurna dalam mengeksekusi penalti. Bahkan, statistik dia melampaui dua bintang dunia, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Dicatat UEFA, pemain berusia 23 tahun itu sudah mendapatkan 16 kesempatan penalti. Tak satu pun berujung kegagalan.

Catatan itu sekaligus menjadikan Fabinho sebagai eksekutor penalti paling efektif di Eropa. Sebab, tak ada pemain lain yang memiliki rapor 100 persen dari duel titik putih.

Di bawah Fabinho, ada Jonas dari Benfica. Dia memiliki rapor 95 persen dan mampu mengonversi sepuluh penalti terakhir menjadi gol.

Satu-satunya kegagalan dari 20 eksekusi sepanjang karier Jonas terjadi saat berseragam Valencia pada musim 2013-2014.

Kemudian, tiga nama lainnya di zona lima besar meliputi Paulo Dybala, Robert Lewandowski, dan Zlatan Ibrahimovic. Ketiganya membukukan rapor di atas 85 persen.

Bagaimana dengan Lionel Messi dan Ronaldo? Catatan keduanya sangat jauh di bawah Fabinho.

Ronaldo selalu mencetak gol dalam enam penalti terakhirnya. Namun, dia memiliki 18 kegagalan dari 112 kesempatan. Artinya, rapornya cuma 84 persen.

Sementara itu, Messi yang selalu berhasil dalam tujuh penalti terakhir, hanya mempunyai catatan 79 persen dari 90 eksekusi.

Baca: Ramos Sindir Selebrasi Telepon ala Messi

GERARD JULIEN/AFP Cristiano Ronaldo mencetak gol penalti saat Real Madrid melawan Atletico Madrid pada partai La Liga di Stadion Vicente Calderon, 19 November 2016.

Bukan eksekutor tunggal

Meski memiliki catatan sempurna, Fabinho tidak lantas menjadi eksekutor penalti utama di Monaco. Dia harus berbagi tugas dengan Radamel Falcao.

Masing-masing pemain mendapatkan delapan kesempatan penalti pada musim 2016-2017.

Falcao tidaklah sempurna seperti Fabinho. Dari delapan kesempatan, striker asal Kolombia itu mengalami kegagalan dalam dua eksekusi.

Terakhir, dia tidak mampu menaklukkan penjaga gawang Manchester City, Willy Caballero, pada partai pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion Etihad, 21 Februari 2017.

Mengingat kegagalan Falcao, besar kemungkinan Fabinho mengambil tugas eksekutor pada partai kedua di Stade Louis-II, Rabu (15/3/2017).


Penulis: Anju Christian
Editor : Jalu Wisnu Wirajati
Sumber: UEFA, Transfermarkt,
TAG: