Jumat, 31 Maret 2017

Bola / Liga Indonesia

Inilah Alasan Kiper Vietnam Diganjar Kartu Merah

TWITTER AFF SUZUKI CUP Penjaga gawang Vietnam, Tran Nguyen Manh, terpaksa keluar lapangan pertandingan setelah diganjar kartu merah dalam laga kedua semifinal Piala AFF 2016 melawan Indonesia di My Dinh Stadium, Rabu (7/12/2016).

HANOI, KOMPAS.com — Media Vietnam menyuarakan kebingungan soal kartu merah yang diterima kiper mereka, Tran Nguyen Manh (24), saat menghadapi Indonesia pada semifinal kedua Piala AFF 2016 di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (7/12/2016).

Nguyen Manh diusir wasit asal China yang memimpin pertandingan, Fu Ming, pada menit ke-76.

Karena insiden tersebut, Vietnam terpaksa memainkan bek Que Ngoc Hai sebagai pengganti Nguyen Manh di bawah mistar dalam sisa laga hingga babak tambahan.

Hal itu terjadi karena stok pergantian pemain Vietnam sudah habis. Kartu merah Nguyen Manh muncul ketika Indonesia sudah unggul 1-0 melalui gol Stefano Lilipaly (54').

"Mengapa Nguyen Manh dikeluarkan wasit?" Begitu bunyi judul artikel di VNexpress.

"Adakah yang mengerti kenapa kiper Vietnam diusir wasit?" tulis media yang berbasis di Hanoi, Kenh 14.

Kebingungan muncul karena tayangan ulang insiden yang menyorot aksi Nguyen Manh tidak ditampilkan secara jelas.

Kejadian ini lebih bisa diamati dalam sudut pengambilan gambar yang berbeda dari stasiun televisi VTV6 (Vietnam TV).

Berawal dari situasi sepak pojok oleh Indonesia, Nguyen Manh meninju bola di tengah duel dengan Bayu Pradana. Keduanya terjatuh.

Mereka lalu bangun, tetapi Bayu bereaksi dengan kesakitan memegangi punggungnya. Pada awalnya, wasit menilai Bayu melakukan pelanggaran akibat dorongan terhadap Nguyen.

Namun, setelah berkomunikasi dengan asisten wasit, Fu Ming menghukum Nguyen dengan kartu merah akibat reaksi sang kiper menendang punggung Bayu ketika hendak bergerak bangun.

"Banyak orang menilai Nguyen dihukum karena reaksi berlebihan kepada wasit. Namun, dari pengamatan selanjutnya, dia terlihat melanggar pemain Indonesia. Jika itu yang terjadi, kartu merah masuk akal," tulis Kenh 14 dalam berita susulannya.

Laga pun berakhir imbang 2-2. Hasil ini menguntungkan Indonesia karena tim Garuda lolos ke final dengan keunggulan agregat 4-3 setelah menang 2-1 pada semifinal pertama di Bogor (3/12/2016). (Beri Bagja)

 



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Aloysius Gonsaga AE
Sumber: JUARA,
TAG: