Selasa, 30 September 2014

Bola / Regional

Polisi: Tak Ada Korban Jiwa dalam Kerusuhan Suporter di Grobogan

Senin, 6 Mei 2013 | 14:43 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Kepala bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Tengah Kombes Pol Djihartono mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan adanya korban tewas dalam kerusuhan suporter PSIS yang terjadi di Kecamatan Godong, Grobogan.

"Sampai pukul ini (13.30 WIB) belum menerima laporan adanya korban tewas," ungkap Djihartono saat ditemui Senin, (6/5/2013).

Djihartono mengatakan, terdapat satu korban tewas, tetapi tidak terkait dengan peristiwa kerusuhan. Satu korban tewas diketahui akibat kecelakaan lalu lintas.

Situasi saat ini, ujar Djihartono, sudah mulai kondusif. Para suporter PSIS yang sebelumnya tertahan hingga belasan jam sudah berhasil dipindahkan. Mereka dikawal oleh polisi dan anggota TNI.

Sementara itu, terdapat dua korban luka dari suporter PSIS yang saat ini sudah dirawat di rumah sakit. "Pemicunya karena adanya gesekan terkait perilaku suporter di jalan dalam mengendarai roda dua atau empat yang tidak diterima masyarakat, sehingga terjadi pelemparan," kata Djihartono.

Djihartono menegaskan, polisi akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait penyelenggaraan pertandingan sepak bola. Hal itu sangat penting sebagai antisipasi agar kerusuhan semacam ini tidak terjadi lagi. "Kepala Polda turun langsung ke lokasi, didampingi Direktur Intelkam dan Kepala Biro Operasi. Ini akan dievaluasi juga terkait kesiapan penyelenggara," ujar Djihartono.

Peristiwa kerusuhan itu terjadi seusai laga Divisi I PSIS melawan Persipur di Stadion Krida Bhakti, Purwodadi, Grobogan, Minggu (5/5/2013) sore. Sejak itu suporter PSIS baru bisa dibawa ke Semarang pada sekitar pukul 12.00 WIB dengan pengawalan ketat.


Penulis: Kontributor Semarang, Puji Utami
Editor : Glori K. Wadrianto