Jumat, 18 April 2014
Pekerjaan Tak Mudah bagi Pelatih Bintang Muda
Senin, 29 April 2013 | 05:11 WIB
Dibaca:
|
Share:
BOLA/ARIEF BAGUS
Ekspresi pemain yang terpilih saat pengumuman tim Piala Gothia 2013 Liga Kompas Gramedia U-14.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim pelatih memiliki waktu 60 hari untuk memoles 18 pemain terpilih yang akan berangkat ke Piala Gothia, Swedia. Tugas yang tak mudah.

Keputusan untuk tak memberitahukan daftar susunan pemain sejak awal, diakui Wakil Direktur Kompetisi Liga Kompas Gramedia (LKG) U-14 Dede Supriyadi dan pelatih Benyamin Leo Betty, adalah guna memberikan kesempatan bagi atlet untuk mengembangkan imajinasi bermain di lapangan.

Sayang, harapan itu tak terlihat saat digelar Perang Bintang Muda LKG di Lapangan Sepak Bola Ciracas, Jakarta, Minggu (28/4). Ajang yang diikuti 44 pemain itu adalah tahap seleksi akhir untuk memilih 18 pemain yang akan dibawa ke Swedia.

Berlaga di depan pendukung setia, termasuk orangtua, sahabat, dan keluarga, 44 pemain yang tampil di lapangan tak memperlihatkan penampilan maksimal. Kerja sama antarlini, aliran bola, hingga penempatan posisi setiap pemain belum tertata rapi.

Begitu pula dengan teknik bermain dan kemampuan individu. Beberapa kesalahan mendasar masih sering terjadi, terutama ketika mengontrol dan mendistribusikan bola ke rekan satu tim.

Hadi Rahmaddani, Ketua Tim Pemandu Bakat LKG U-14, mengatakan, dibandingkan sebelumnya, kemampuan 18 pemain terpilih lebih merata. Namun, diakui, tim pelatih juga memiliki tugas tidak mudah untuk memoles mereka.

”Tidak perlu sampai ke teknik dasar walaupun mereka belum sempurna. Kini, tugas pelatih adalah memoles mereka sebagai tim,” tuturnya.

Benyamin mengakui hal itu. Tim pelatih, katanya, dalam waktu dekat akan memulai latihan bersama untuk memantapkan kerja sama, teknik, dan kemampuan pemain. Ia mengaku koordinasi antarpemain masih harus dibenahi.

Lebih baik
Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, didampingi Pemimpin Redaksi Kompas Rikard Bagun, Ketua LKG Mohammad Bakir, dan CEO SKF Indonesia Bono Rumbiono, menyatakan harapan agar semua pemain terpilih mampu berprestasi lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Pada 2011, Indonesia yang diwakili mayoritas pemain asal sekolah sepak bola ASIOP Apacinti, juara LKG musim itu, lolos hingga 16 besar. Setahun berikutnya, tim SKF-Kabomania menyabet peringkat ketiga. ”Saya doakan Indonesia masuk final dan juara,” kata Roy.

Rikard Bagun menyampaikan, pemain terpilih adalah kebanggaan dan masa depan sepak bola Indonesia. Kebanggaan menjadi lengkap dengan gelar juara di Piala Gothia.

Faris Naufal, salah satu pemain terpilih, menyatakan yakin bisa juara. ”Untuk itu, saya dan kawan-kawan akan berlatih keras,” ujarnya. (K01/K11/MHD/*)

 

Editor : Hery Prasetyo